Kim Jong Un kembali tampilkan putrinya dalam agenda kenegaraan

Sabtu, 03 Januari 2026

image

SEOUL - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un kembali menampilkan putrinya, Kim Ju Ae, dalam agenda simbolik kenegaraan.

Ju Ae untuk pertama kalinya, terlihat mendampingi kedua orang tuanya mengunjungi Istana Matahari Kumsusan, mausoleum negara tempat dimakamkannya para pemimpin terdahulu Korea Utara.

Dikutip nbcnews.com, foto-foto yang dirilis Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) pada Jumat menunjukkan Ju Ae berdiri di antara Kim Jong Un dan istrinya, Ri Sol Ju, di aula utama Kumsusan saat kunjungan pada 1 Januari. Sejumlah pejabat senior juga turut hadir dalam acara tersebut.

Kemunculan ini semakin memperkuat spekulasi bahwa Ju Ae tengah dipersiapkan sebagai penerus Kim Jong Un. Dalam tiga tahun terakhir, putri Kim tersebut kian sering muncul dalam pemberitaan media negara, memicu analisis dari pengamat serta Badan Intelijen Korea Selatan mengenai kemungkinan suksesi kepemimpinan generasi keempat di Pyongyang.

Cheong Seong-chang, Wakil Presiden lembaga pemikir Sejong Institute, menilai kehadiran perdana Ju Ae di Kumsusan sebagai langkah politik terukur Kim Jong Un menjelang Kongres Partai Pekerja yang akan datang, forum yang berpotensi menjadi ajang formalisasi suksesi.

Sementara itu, Hong Min, pakar Korea Utara di Korea Institute for National Unification yang dikelola negara, menilai Pyongyang sengaja membangun citra “keluarga stabil” Kim Jong Un dengan menampilkan istri dan anak perempuannya dalam berbagai acara penting kenegaraan.

Kim Ju Ae, yang diyakini lahir pada awal 2010-an, juga dilaporkan menghadiri perayaan Tahun Baru 2026. Pada September lalu, ia melakukan perjalanan luar negeri pertamanya dengan mendampingi sang ayah ke Beijing.

Kunjungan ke Kumsusan sendiri merupakan tradisi penting bagi Kim Jong Un untuk menghormati kakeknya, Kim Il Sung, pendiri negara, serta ayahnya Kim Jong Il, sebagai penegasan legitimasi dinasti kepemimpinan di negara bersenjata nuklir tersebut. Hingga kini, Korea Utara belum pernah secara resmi mengonfirmasi usia Ju Ae.

Pemerintah Korea Selatan tetap bersikap hati-hati. Juru bicara Kementerian Unifikasi menolak memberikan komentar langsung, sementara seorang pejabat menyatakan masih terlalu dini menyimpulkan Ju Ae sebagai penerus karena usianya yang muda dan ketiadaan jabatan resmi.

Hong Min juga mengingatkan agar spekulasi tidak ditarik terlalu jauh, mengingat masih ada kemungkinan peran anak-anak Kim Jong Un lainnya dalam struktur kekuasaan di masa depan.

“Hampir tidak mungkin untuk secara terbuka menunjuk Kim Ju Ae, yang diyakini baru berusia 13 tahun, sebagai penerus ketika usianya bahkan belum cukup untuk bergabung dengan Partai (Buruh).” kata Hong. (DH)