ETF ethereum BlackRock raup inflow jumbo, siap rajai ETF kripto?

Kamis, 28 Agustus 2025

image

JAKARTA -- Produk ETF ethereum milik BlackRock (ETHA) dan Fidelity (FETH) mencatat arus masuk dana jumbo, mengindikasikan preferensi institusi mulai condong ke ethereum.

Menurut cryptonews.com, Selasa (26/8), ETF spot ethereum di Amerika Serikat mencatat rebound dengan inflow  (arus modal masuk) bersih US$443,9 juta pada 25 Agustus, hampir dua kali lipat dibandingkan ETF bitcoin yang hanya meraih US$219 juta di hari yang sama. Data ini dilaporkan oleh SoSoValue.

Lonjakan ini menandai perubahan sentimen signifikan setelah gejolak di bulan Agustus, ketika baik bitcoin maupun ethereum sempat mengalami volatilitas tajam.

Ethereum menjadi sorotan karena hanya lima hari sebelumnya, tepatnya 20 Agustus, ETF ethereum mengalami arus keluar lebih dari US$240 juta akibat penarikan besar dari BlackRock ETHA dan Grayscale ETHHE.

Namun, tren cepat berbalik, dengan inflow US$337,7 juta pada 22 Agustus dan memuncak di US$443,9 juta pada 25 Agustus, inflow harian terbesar sejak peluncuran ETF ethereum.

BlackRock menjadi dominan dengan produk ETHA yang menyedot US$314,9 juta, lebih dari 70% total inflow harian ETF Ethereum. Fidelity menyusul dengan US$87,4 juta melalui FETH. Sementara itu, Grayscale yang sebelumnya dibayangi arus keluar dari produk lamanya (ETHE), mulai menunjukkan pemulihan setelah Spot ETH miliknya mencatat inflow US$53,3 juta.

Kebangkitan tersebut mendorong total aset kelolaan (AUM) ETF ethereum menjadi US$28,8 miliar, dengan cumulative inflows mendekati US$13 miliar sejak debut awal tahun ini. Menariknya, lonjakan arus masuk terjadi saat harga ethereum justru turun lebih dari 8% ke sekitar US$4.420.

Para analis menilai hal ini menandakan investor institusional melihat penurunan harga sebagai peluang akumulasi, bukan sinyal keluar.

ETF bitcoin juga mencatat inflow sehat, meski jauh lebih kecil. Fidelity FBTC memimpin dengan US$65,5 juta, disusul BlackRock IBIT dengan US$63,3 juta, serta ARK ARKB yang meraih US$61,2 juta. Total inflow ETF bitcoin hari itu mencapai US$219 juta, masih jauh tertinggal dari ethereum.

Pergerakan BlackRock mempertegas bahwa pelaku besar di sektor keuangan tetap menaruh keyakinan pada prospek jangka panjang Ethereum.

Selain sudah menjadi pemimpin dalam ETF bitcoin, BlackRock kini semakin memperluas portofolio aset digitalnya. Dengan tren arus modal masuk yang berlanjut, ethereum berpotensi menguatkan posisinya tidak hanya sebagai instrumen investasi tetapi juga sebagai basis adopsi blockchain.

Harga ethereum pun bereaksi positif. Berdasarkan data TradingView, aset ini menembus US$4.520 setelah sebelumnya diperdagangkan di sekitar US$4.378. Dalam sepekan terakhir, ETH naik 4,89%, sebulan terakhir melonjak 20,90%, dan dalam enam bulan terakhir meroket hampir 94%.

Analis melihat momentum di atas US$4.500 bisa membuka peluang penguatan lanjutan. “Ethereum bisa segera mencapai $5.500 dan menutup tahun 2025 di kisaran US$10.000 hingga US$12.000,” kata Tom Lee, Ketua BitMine dan Kepala Riset di Fundstrat.

Aksi BlackRock di pasar kripto memberikan sinyal bahwa selain merajai dunia pasar modal global, perusahaan yang dipimpin Larry Fink itu kemungkinan besar akan merajai juga dunia ETF, baik di Bitcoin maupun Ethereum, berkat posisi dominan dan arus modal masuk yang terus mengalir. (DH)