Chris Wright: Minyak berat Venezuela bisa tukar dengan minyak Amerika
Jumat, 04 September 2026
HOUSTON — Pemerintah Amerika Serikat (AS) dapat menukar minyak mentah berat dari Venezuela dengan minyak mentah ringan atau medium produksi domestik untuk mengisi kembali cadangan minyak darurat negara tersebut.
Dikutip dari Reuters, Menteri Energi AS, Chris Wright, mengatakan skema pertukaran tersebut menjadi salah satu opsi karena sebagian besar minyak Venezuela tidak sesuai dengan spesifikasi minyak yang disimpan dalam Strategic Petroleum Reserve (SPR).
“Kami akan menukar satu barel minyak mentah berat Anda dengan satu barel minyak mentah ringan atau medium dari Amerika Serikat,” kata Wright dalam wawancara dengan CNBC, Rabu (2/9).
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan minyak dari kesepakatan terbaru dengan Venezuela akan digunakan untuk mengisi kembali SPR.
Trump juga menyebut proses pengisian cadangan tersebut akan segera dimulai.
Namun, kandungan sulfur yang tinggi dan karakteristik minyak Venezuela yang lebih berat membuat sebagian besar jenis minyak tersebut tidak cocok untuk disimpan di fasilitas darurat AS, menurut sejumlah pedagang dan analis.
Skema pertukaran minyak dapat menjadi opsi terbaik bagi pemerintah AS untuk mengisi kembali cadangan tanpa menghadapi kendala kualitas minyak Venezuela.
Skema Pertukaran Minyak
Pengisian kembali SPR menjadi bagian penting dari agenda pemerintahan Trump untuk memperkuat dominasi energi AS.
Washington sebelumnya mulai melepas jutaan barel minyak dari cadangan tersebut sebagai bagian dari upaya global menenangkan pasar setelah perang dengan Iran.
Pelepasan minyak hingga 172 juta barel dari AS dan rendahnya persediaan saat ini memicu kekhawatiran terkait potensi kerusakan pada fasilitas penyimpanan serta kemampuan Washington dalam merespons krisis pasokan.
Saat ini, SPR berada di level terendah dalam 44 tahun.
Pada saat yang sama, Washington akan memperoleh akses terhadap miliaran barel minyak mentah Venezuela.
Secara teori, minyak tersebut dapat langsung dimasukkan ke dalam cadangan.
Namun, perbedaan kualitas yang cukup besar antara minyak Venezuela dan spesifikasi minyak dalam SPR membuat opsi tersebut dinilai kecil kemungkinannya, menurut pedagang dan analis.
Sebagai gantinya, pemerintah AS dapat menukar minyak Venezuela yang berat dan tinggi sulfur dengan minyak domestik yang lebih ringan atau medium.
Wright mengatakan langkah tersebut dapat mengatasi persoalan kualitas sekaligus membantu mengisi kembali cadangan strategis AS.
SPR merupakan cadangan minyak darurat terbesar di dunia.
Minyak tersebut disimpan di sejumlah fasilitas bawah tanah di sepanjang pesisir Texas dan Louisiana.
Meski SPR menyimpan berbagai jenis minyak mentah domestik dan asing, minyak yang disimpan umumnya memiliki kandungan sulfur total maksimum 1,99% berdasarkan massa, menurut Departemen Energi AS (DOE).
Jenis minyak Venezuela yang populer, Merey-16 dan Boscan, memiliki kandungan sulfur di atas batas yang ditetapkan untuk minyak dalam SPR, menurut Energy Information Administration (EIA).
Kedua jenis minyak tersebut juga memiliki densitas lebih tinggi dibandingkan dengan sebagian besar minyak yang saat ini tersimpan dalam cadangan AS.
Kondisi tersebut dapat menyulitkan kilang karena fasilitas pengolahan minyak umumnya dirancang dapat memproses minyak dengan rentang densitas dan kandungan sulfur tertentu.
Perubahan karakteristik minyak dapat memengaruhi operasional, hasil produk olahan, dan margin kilang.
“Mayoritas jenis minyak mentah yang diekspor Venezuela tidak kompatibel dengan fasilitas SPR dari sisi kualitas,” kata Jeremy Irwin, Global Crude Lead di perusahaan analitik Energy Aspects.
SPR tidak menyimpan minyak mentah berat. Menurut laporan DOE kepada Kongres pada 2016, biaya penyimpanan minyak berat lebih besar dibandingkan manfaatnya.
Tantangan Operasional
Penyimpanan minyak berat juga menimbulkan tantangan operasional yang cukup besar.
DOE menilai komposisi minyak yang saat ini tersimpan memberikan fleksibilitas lebih tinggi karena berbagai jenis minyak tersebut dapat digunakan secara lebih luas saat terjadi krisis.
Pemerintah AS sebelumnya telah menggunakan skema pertukaran untuk melepas dan memperoleh minyak.
Saat ini, minyak dari SPR dilepas melalui skema pinjaman yang mewajibkan perusahaan untuk mengembalikan minyak tersebut beserta tambahan sejumlah barel sebagai kompensasi.
Pertukaran minyak Venezuela dengan minyak domestik dapat menggunakan mekanisme serupa.
Dalam skema pertukaran, perusahaan kilang biasanya meminjam minyak dari SPR untuk sementara waktu akibat kondisi seperti badai atau gangguan pasokan.
Perusahaan kemudian mengembalikan minyak tersebut secara penuh, ditambah dengan sejumlah barel sebagai kompensasi.
Namun, meski kilang AS dapat menyerap sebagian tambahan minyak berat Venezuela, permintaannya kemungkinan terbatas.
Pengolahan minyak berat membutuhkan unit khusus dengan kapasitas tertentu.
Pembangunan unit pengolahan baru juga membutuhkan biaya besar dan waktu yang tidak singkat, menurut sejumlah pakar.
Pada Januari, pemerintah AS membantah laporan Reuters bahwa pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan rencana untuk mengirim minyak Venezuela ke kilang-kilang AS dengan imbalan minyak produksi domestik. (ARF)