Surplus dagang Kanada menyusut, ekspor ke AS turun 6,6% pada Juli

Jumat, 04 September 2026

image

OTTAWA - Surplus perdagangan Kanada menyusut tajam pada Juli 2026 seiring penurunan ekspor produk energi dan logam serta kenaikan impor.

Seperti dikutip Reuters, kondisi tersebut terjadi beberapa pekan sebelum tarif baru Amerika Serikat sebesar 50% mulai tercermin dalam data perdagangan Kanada.

Statistics Canada pada Kamis (3/9) melaporkan surplus perdagangan barang Kanada turun menjadi C$769 juta pada Juli dari C$4,2 miliar pada Juni.

Angka tersebut jauh di bawah perkiraan ekonom yang disurvei Reuters sebesar C$3,57 miliar.

Kanada telah berupaya mengurangi ketergantungannya terhadap Amerika Serikat, yang merupakan mitra dagang terbesar negara tersebut, di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

Porsi ekspor Kanada yang ditujukan ke AS turun menjadi 66,35% pada Juli dari 69,39% pada Juni dan 72,64% pada Juli 2025.

Meski demikian, ketergantungan impor Kanada terhadap AS masih relatif tinggi.

Dalam 12 bulan terakhir, sekitar 59% impor Kanada berasal dari AS, turun dari 62% pada 2024.

Juli menjadi bulan kelima berturut-turut Kanada mencatat surplus perdagangan.

Namun, penurunan ekspor dan kenaikan impor menunjukkan tantangan yang lebih besar bagi eksportir Kanada ketika tarif baru AS mulai berdampak pada perdagangan dalam beberapa bulan mendatang.

Ekspor Energi dan Logam Melemah

Total ekspor Kanada turun 2,3% dibandingkan Juni menjadi C$76,14 miliar pada Juli. Penurunan terutama berasal dari produk logam dan mineral non-logam serta produk energi yang secara gabungan menyumbang lebih dari 40% total ekspor Kanada.

Ekspor produk energi turun 4,4% pada Juli, menjadi penurunan selama tiga bulan berturut-turut. Ekspor minyak mentah turun 5,6% karena harga dan volume pengiriman sama-sama melemah.

Sementara itu, ekspor produk logam dan mineral non-logam turun 8,5% setelah mencatat kenaikan 15,8% pada Juni.

Namun, jika produk logam dan energi tidak diperhitungkan, total ekspor Kanada justru meningkat 0,6%.

Penurunan ekspor secara keseluruhan juga tertahan oleh lonjakan ekspor pesawat serta peralatan dan suku cadang transportasi lainnya yang meningkat 34,9%.

Ekspor produk pertanian, perikanan, dan makanan antara juga naik 5,5%.

Ekspor kanola bahkan meningkat 43,2% pada Juli, terutama didorong oleh kenaikan pengiriman ke China, Pakistan, dan Jepang.

Ekspor ke AS Anjlok

Ekspor Kanada ke AS turun 6,6% pada Juli, menjadi penurunan terbesar sejak April 2025.

Penurunan tersebut terutama dipicu oleh berkurangnya ekspor minyak mentah dan emas.

Sebaliknya, impor Kanada dari AS meningkat 1,8%, terutama akibat kenaikan impor mobil penumpang dan truk ringan.

Akibatnya, surplus perdagangan Kanada dengan AS menyusut lebih dari 40%, dari C$10,3 miliar pada Juni menjadi C$5,9 miliar pada Juli.

Stuart Bergman, Chief Economist Export Development Canada, mengatakan penurunan porsi ekspor Kanada ke AS di bawah 70% merupakan perkembangan yang positif.

"Sheer gravity alone pulls exporters to the U.S. market," kata Bergman.

Namun, menurut dia, terdapat upaya untuk mengalihkan sebagian perdagangan Kanada ke pasar lain, termasuk melalui peningkatan ekspor produk pertanian seperti kanola ke China dan Jepang.

Secara kumulatif, porsi ekspor Kanada ke AS sepanjang tujuh bulan pertama 2026 berada di sekitar 68%, turun dari 73% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pasar Non-AS Mulai Menguat

Ekspor Kanada ke negara-negara selain AS meningkat 7,4% pada Juli menjadi rekor C$25,6 miliar.

Kenaikan tersebut terutama didorong oleh peningkatan ekspor ke Belanda, China, dan Jerman.

Pada saat yang sama, impor dari negara selain AS naik 2,8%.

Defisit perdagangan Kanada dengan negara-negara di luar AS menyempit dari C$6,1 miliar pada Juni menjadi C$5,1 miliar pada Juli, level terendah sejak Januari 2021.

Di sisi impor secara keseluruhan, Kanada mencatat kenaikan 2,2% menjadi C$75,37 miliar pada Juli.

Kenaikan tersebut menjadi yang keenam berturut-turut dan terutama didorong oleh impor kendaraan bermotor serta suku cadang yang melonjak 11,4% ke rekor tertinggi.

Dengan demikian, meski Kanada masih mencatat surplus perdagangan, penyusutan surplus yang tajam menunjukkan tekanan terhadap sektor ekspor, khususnya dari hubungan dagang dengan AS. (DK)

Terkait:

  1. Pembangkangan Carney: Kanada tunjukkan ke dunia cara hadapi ancaman AS

  2. Retak dengan AS, PM Kanada bisa belajar dari kesalahan Brexit?