Gibran coba rompi anti-tantrum buatan RI, minta model ala Garmin
Jumat, 04 September 2026
JAKARTA – Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, menerima presentasi dari mahasiswa Universitas Brawijaya yang membawa hasil risetnya untuk produk rompi anti-tantrum, di Istana Negara pada Rabu (2/9).
Pada pertemuan tersebut, mahasiswa memperkenalkan produk rompi yang terintegrasi dengan sensor detak jantung dan gerakan anak, yang mengalami Autism Spectrum Disorder (ASD).
“Jadi ADAPT-V ini merupakan pintar berbasis deep pressure therapy, yang terintegrasi dengan machine learning dan IoT untuk mengurangi respons tantrum pada penyandang ASD atau yang sering kita kenal sebagai autisme,” jelas tim pengembang inovasi tersebut, di hadapan Gibran.
Merespons inovasi tersebut, Gibran mendorong agar mahasiswa terus melanjutkan inovasi di berbagai bidang. Mulai dari sains dan teknologi maupun inovasi di bidang sosial dan humaniora.
“Bentuknya dibikin kayak Garmin itu menarik,” ujar Gibran usai menguji hasil riset tersebut.
Sementara itu Kepala Pengembangan Talenta Mahasiswa Universitas Brawijaya, Abu Bakar Sambah, menekankan wakil presiden juga mengarahkan agar riset semacam ini tidak hanya berhenti pada publikasi saja.
“Tapi harus berhenti sampai di hilirisasi dan produk ini harus punya manfaat,” jelasnya.
Selain menampilkan ADAPT-V, tim riset Universitas Brawijaya juga mempresentasikan Transaid dan Vitalsense. Masing-masing produk temuan ini memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk deteksi celah pada tambalan gigi, serta alat bantu screening enam parameter vital kesehatan tubuh manusia. (KR)