LeCun kritik Zuckerberg, sebut bos AI baru Meta minim pengalaman
Minggu, 04 Januari 2026

JAKARTA - Yann LeCun, salah satu pelopor kecerdasan buatan (AI), melontarkan kritik tajam terhadap keputusan Mark Zuckerberg merekrut pendiri Scale AI, Alexandr Wang, untuk memimpin Superintelligence Labs Meta.
LeCun menilai Wang yang berusia 28 tahun masih minim pengalaman dalam riset AI dan memperkirakan akan ada lebih banyak talenta AI yang hengkang dari Meta.
Dalam wawancara dengan Financial Times, LeCun yang sebelumnya menjabat sebagai kepala ilmuwan AI Meta sebelum mundur pada November lalu menyebut Wang belum memiliki pemahaman mendalam mengenai budaya dan praktik penelitian AI. Menurutnya, latar belakang Wang tidak mencerminkan pengalaman langsung dalam melakukan maupun mengelola riset ilmiah.
“Dia belajar dengan cepat, dia tahu apa yang tidak dia ketahui. Tidak ada pengalaman dalam penelitian atau bagaimana cara melakukan penelitian, bagaimana cara melakukannya. Atau apa yang akan menarik atau menjijikkan bagi seorang peneliti,” kata LeCun seperti dikutip oleh Business Insider.
Meta sebelumnya menggelontorkan investasi sebesar US$14 miliar ke Scale AI sebagai bagian dari langkah agresif Zuckerberg dalam perang perebutan talenta AI global. Dalam strategi tersebut, Wang menjadi figur kunci yang diharapkan mampu memperkuat posisi Meta di bidang kecerdasan buatan.
LeCun juga mengungkap kekecewaan Zuckerberg terhadap perkembangan Llama, model AI open-source andalan Meta. Ia menyebut adanya manipulasi hasil pengujian Llama 4 yang memicu kritik publik dan merusak kepercayaan internal perusahaan.
“Mark benar-benar kesal dan pada dasarnya kehilangan kepercayaan pada semua orang yang terlibat dalam hal ini,” ujar LeCun.“Dan pada dasarnya mengesampingkan seluruh organisasi GenAI.”
Kekecewaan tersebut disebut menjadi pemicu restrukturisasi besar di divisi AI Meta, yang berujung pada tersingkirnya organisasi GenAI sebelumnya.
Meski Wang sempat menjadi atasannya secara struktural setelah reorganisasi, LeCun menegaskan tidak ada hubungan kerja yang bersifat komando langsung.
“Anda tidak bisa memberi tahu seorang peneliti apa yang harus dilakukan,” kata LeCun. “Anda tentu tidak bisa memberi tahu seorang peneliti seperti saya apa yang harus dilakukan.”
Selain itu, LeCun mengkritik arah baru pengembangan AI Meta yang dinilainya terlalu terfokus pada large language model (LLM). Ia menegaskan keyakinannya bahwa pendekatan tersebut bukan jalan menuju kecerdasan super.
“LLM pada dasarnya adalah jalan buntu jika menyangkut kecerdasan super,” ujarnya. “Integritas saya sebagai seorang ilmuwan tidak mengizinkan saya untuk melakukan ini.”
Pandangan tersebut menjadi dasar pendirian startup barunya bernama Advanced Machine Intelligence, yang mengusung pendekatan alternatif di luar LLM. Dalam perusahaan tersebut, LeCun akan menjabat sebagai ketua eksekutif, bukan CEO.
“Saya seorang ilmuwan, seorang visioner,” katanya. “Tapi saya tidak bisa menjadi CEO.” (DH)