Perdagangan asing jeblok, outflow Rp317 miliar

Jumat, 04 September 2026

image

JAKARTA – Perdagangan saham investor asing di Bursa Efek Indonesia pada Jumat (4/9) tercatat di posisi net sell, setelah ditutup dengan net buy fantastis senilai Rp1,11 triliun pada hari bursa sebelumnya, Kamis (3/9).

Selain itu, total nilai perdagangan asing di pasar reguler juga jeblok, baik untuk buy maupun sell. Nilai pembelian asing (foreign buy) turun signifikan dari Rp5,91 triliun menjadi Rp3,30 triliun, sedangkan nilai penjualan asing (foreign sell) anjlok dari Rp4,80 triliun menjadi Rp3,62 triliun.

Saham emiten pertambangan dari Sinar Mas Grup, DSSA, memimpin deretan top sell hari ini. 

Berikut adalah top 5 net sell asing di pasar reguler:

  • PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) merupakan saham dengan nilai net sell tertinggi, di angka Rp97,6 miliar. Volume transaksi asing emiten ini tercatat net sell sebanyak 81,85 juta lembar.

  • PT Astra International Tbk (ASII) juga membukukan nilai net sell sebesar Rp97,6 miliar. Namun, volumenya dicatat net sell tidak sampai 20 juta lembar.

  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tercatat dengan nilai net sell sebesar Rp63,6 miliar, dan volume net sell sebanyak 94,6 juta lembar.

  • PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) menyusul dengan net sell Rp53,1 miliar. Volume transaksi asingnya net sell hampir 170 juta lembar.

  • PT Indosat Tbk (ISAT) menutup dengan nilai net sell Rp41 miliar. Volumenya dicatat di posisi net sell sebanyak 17,25 juta lembar.

Sementara itu, saham BUMN sektor pertambangan timah TINS mendapat nilai net buy tertinggi, diikuti oleh beberapa saham pertambangan batu bara. 

Berikut adalah top 5 net buy asing di pasar reguler:

  • PT Timah (Persero) Tbk (TINS) merupakan saham dengan nilai net buy tertinggi, yaitu Rp139,8 miliar. Volume transaksinya pun net buy sebanyak 32,68 juta lembar.

  • PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) membukukan nilai net buy Rp73,4 miliar, sekaligus volume net buy sebesar 79,57 juta lembar. 

  • PT Petrosea Tbk (PTRO) diperdagangkan asing dengan nilai net buy Rp52 miliar, dengan volume net buy sekitar 9,6 juta lembar.

  • PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) tercatat dengan nilai net buy Rp46,5 miliar, dengan volume net buy sekitar 4,12 juta lembar saja.

  • PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menutup dengan nilai net buy sebesar Rp37,8 miliar. Volume-nya pun net buy sebanyak 180 juta lembar. (KD)

Ingin tahu data transaksi investor asing lebih lengkap? Klik di sini.