Big banks bawa inflow asing sepekan Rp2,3 triliun, naik 8 kali lipat
Sabtu, 05 September 2026
JAKARTA – Seiring dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tumbuh 1,82% pekan ini (31/8 – 4/9), Bursa Efek Indonesia (BEI) juga mencatat inflow asing yang dipimpin saham-saham perbankan.
Berdasarkan data BEI, investor asing mencatat nilai net buy di seluruh pasar melonjak ke Rp2,3 triliun selama seminggu terakhir — delapan kali lipat lebih tinggi dari net buy Rp279,23 miliar pada pekan sebelumnya (24-28/8).
Di pasar reguler pun asing mencatat posisi net buy hingga Rp1,6 triliun, mengutip data Stockbit Sekuritas.
Saham 4 big banks dalam negeri tercatat menjadi sasaran utama investor asing di pasar reguler, di tengah isu ketatnya likuiditas imbas laju pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang lebih lambat dibandingkan pertumbuhan kredit.
Menurut Bank Indonesia (BI), hingga Juli 2026, kredit perbankan tercatat tumbuh 13,6% secara tahunan, sedangkan DPK hanya naik 11,21%.
Menyikapi fenomena ini, BI tegaskan akan memantau kondisi likuiditas setiap bank secara lebih rinci, terutama bank dengan pertumbuhan kredit tinggi dan bank yang mengalami penurunan DPK.
Di sisi lain, asing tampak melepas saham emiten-emiten dari berbagai industri lain, seperti PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) di sektor agribisnis, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) di sektor tambang mineral, hingga PT Indosat Tbk (ISAT) dan PT Astra International Tbk (ASII).
Berikut daftar top net buy dan net sell asing selama sepekan terakhir (31/8 – 4/9) di pasar reguler.
Top Net Buy
Emiten | Net buy value | Net buy volume (lembar) |
BBRI | Rp1,43 triliun | 430 juta |
BBCA | Rp820,2 miliar | 120 juta |
BMRI | Rp687,6 miliar | 160 juta |
BBNI | Rp253,2 miliar | 64,68 juta |
TINS | Rp199,6 miliar | 47,05 juta |
Top Net Sell
Emiten | Net sell value | Net sell volume (lembar) |
CPIN | Rp516,6 miliar | 180 juta |
EMAS | Rp236,5 miliar | 25,32 juta |
ASII | Rp196 miliar | 40,6 juta |
ISAT | Rp187,5 miliar | 77,2 juta |
AMMN | Rp131 miliar | 30,44 juta |
(ZH)