IHSG naik 1,82% sepekan, tekanan muncul dari BYAN hingga VKTR
Sabtu, 05 September 2026
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,82% dalam seminggu terakhir (31/8 – 4/9) usai bergerak relatif stagnan pada pekan sebelumnya.
Transaksi di pasar modal juga menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan, dengan volume perdagangan naik 35,9% dibandingkan dengan minggu lalu, menyentuh 48,99 miliar lembar, dan total nilai transaksi mencapai Rp19,22 miliar—melesat 25,75%.
Saham-saham bank paling laris diperdagangkan di pasar modal pekan ini, seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), yang juga memimpin daftar saham dengan nilai transaksi tertinggi.
Sebagai catatan, saham bank juga diminati investor asing pekan ini, dengan total net buy asing dari empat bank besar dalam negeri menyentuh Rp3,19 triliun.
Minat pasar pada saham-saham bank juga tercermin pada tren harga saham ketiganya, yang meski hanya naik single-digit, namun mampu mendorong kenaikan IHSG dengan kontribusi belasan hingga puluhan poin.
Berikut 5 top leaders IHSG pekan ini (31/8 – 4/9):
Emiten | Kenaikan harga | Kontribusi poin IHSG |
BBRI | 6,27% | 29,19 poin |
BBCA | 3,47% | 19,85 poin |
BMRI | 4% | 13,88 poin |
BUMI | 10,53% | 7,35 poin |
NATO | 84,67% | 7 poin |
Di sisi lain, saham-saham konglomerat Indonesia tampak lesu sepekan terakhir, seperti saham Dato’ Low Tuck Kwong PT Bayan Resources Tbk (BYAN), serta saham Grup Bakrie PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).
Sebagai catatan, saham BYAN pernah mengalami lonjakan hingga sekitar 44% pada tengah Agustus lalu, menyusul rumor akuisisi BYAN oleh pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau yang lebih dikenal dengan Haji Isam, melalui PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR).
Namun, manajemen BYAN dan JARR kemudian mengklarifikasi bahwa tidak ada rencana untuk mengalihkan saham Perseroan.
Sejak tanggal 18 Agustus, harga saham BYAN pun terus turun hingga 20% ke level Rp13.800 pada akhir perdagangan Jumat (4/9).
Selain itu, VKTR—yang telah menandatangani perjanjian non-binding untuk pendanaan Rp2 triliun dari Danantara pada 2 September—juga menunjukkan tren pelemahan hingga 10,36% dalam sepekan terakhir.
Berikut 5 top laggards yang membebani laju IHSG pekan ini (31/8 – 4/9):
Emiten | Penurunan harga | Kontribusi poin IHSG |
BYAN | -5,32% | -12,63 poin |
VKTR | -10,36% | -6,15 poin |
EMAS | -6,72% | -5,82 poin |
BRMS | -4,67% | -5,21 poin |
SRAJ | -7,64% | -5,2 poin |
(ZH)