Amerika rudal 3 tanker minyak Iran

Sabtu, 05 September 2026

image

DUBAI, 5 September (Reuters) - Pasukan Amerika pada hari Sabtu (4/9/26), menyerang tiga kapal tanker minyak Iran termasuk satu di lepas pantai Pulau Kharg.

Seperti dikutip Reuters, serangan itu dilakukan setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran meluncurkan rudal balistik ke dua kapal Angkatan Laut AS.

“Pesan untuk IRGC harus jelas: Jika Anda menembak dua kapal kami, kami akan memberikan kerugian ekonomi yang jauh lebih besar, menghancurkan tiga kapal Anda,” kata Laksamana Brad Cooper, Kepala Komando Pusat (CENTCOM) AS.

Dia menjelaskan bahwa tidak ada personel Amerika yang terluka dalam serangan itu.

Tasnim, kantor berita semi-resmi Iran, sebelumnya melaporkan bahwa empat rudal AS menghantam sebuah kapal tanker di area pelabuhan Kharg.

Tasnim, mengutip sumber-sumber lokal, melaporkan tidak ada korban jiwa dan awak kapal tanker sedang dievakuasi.

Terkait serangan ini tidak ada pengumuman resmi langsung dari pihak berwenang Iran.

Serangan-serangan tersebut terjadi setelah eskalasi dalam seminggu terakhir yang mengancam akan memperdalam konflik yang telah berlarut-larut sejak AS melancarkan serangan terhadap Iran pada bulan Februari.

Perang ini telah mengganggu pasokan energi global dan menuai penentangan dari mayoritas warga Amerika sebelum pemilihan Kongres pada bulan November 2026.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada 31 Agustus dalam sebuah unggahan singkat di media sosial yang disertai video buatan AI bahwa Pulau Kharg sedang "diledakkan hingga berkeping-keping".

Otoritas Iran telah bersumpah akan memberikan respons keras jika Kharg diserang.

Iran adalah produsen terbesar ketiga di Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan mengekspor 90% minyak mentahnya melalui Pulau Kharg sebelum perang. Namun, arus ekspor terganggu sejak blokade ekspor minyak Iran oleh AS dimulai pada pertengahan April.

Pada tanggal 11 Juni, Trump mengatakan bahwa ia ingin mengambil alih Pulau Kharg.

Tetapi kemudian mengatakan bahwa operasi militer AS yang diancamkan di sana untuk sementara waktu dibatalkan , beberapa hari sebelum Teheran dan Washington menandatangani perjanjian sementara yang bertujuan untuk mengakhiri perang pada tanggal 17 Juni.

Serangan AS terhadap Kharg akan semakin menekan industri minyak Iran dan perekonomiannya secara keseluruhan, yang sudah terpuruk akibat blokade angkatan laut AS.

AS memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran setelah Iran secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur air penting yang membawa seperlima pasokan minyak dunia sebelum perang.

Harga minyak mentah Brent berjangka ditutup pada level tertinggi sejak 24 Juli pada hari Jumat (2/9/26), di angka $96,28 per barel, karena ketegangan di Timur Tengah memicu kekhawatiran global tentang pasokan. (YS)