Konflik AS dan Venezuela memanas, IHSG masuk zona rawan

Senin, 05 Januari 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak terbatas pada perdagangan awal pekan ini, seiring ketegangan geopolitik global yang meningkat usai serangan militer Amerika Serikat (AS) ke Venezuela.

Pada perdagangan terakhir pekan lalu, indeks di Wall Street ditutup bervariasi. Saham-saham produsen chip menguat terbatas, sementara saham teknologi melemah.

Analis Phintraco Sekuritas menyoroti dampak konflik geopolitik terhadap preferensi risiko yang diambil oleh investor global.

“Eskalasi ketegangan politik global akibat serangan AS ke Venezuela akan menjadi fokus perhatian investor pada pekan ini,” kata analis Phintraco dalam riset yang disampaikan hari ini.

Sementara bagi pasar domestik, analis Phintraco menilai peningkatan risiko geopolitik berpotensi membuat investor lebih berhati-hati, terhadap potensi aksi jual di pasar saham.

Di sisi lain, analis CGS International Sekuritas menilai ketegangan AS dan Venezuela berpotensi mendorong kenaikan harga komoditas di pasar global, serta menggeser minat investor.

“Meningkatnya ketegangan geopolitik di Amerika Latin berpotensi mendorong kenaikan permintaan aset safe haven yaitu emas sehingga berpotensi mendorong kenaikan harga komoditas tersebut,” ungkap riset analis CGSI Sekuritas Indonesia.

Selain itu, riset analis CGS Internasional juga harga minyak mentah berpotensi menguat, seiring adanya potensi gangguan pasokan dari Venezuela, yang menyumbang 1% dari pasokan global per hari.

Secara teknikal, analis Phintraco memproyeksi IHSG bergerak dengan level resistance di 8.800, pivot di 8.700, dan support di 8.600.

Sedangkan dari sisi makroekonomi, analis Phintraco menilai investor akan mencermati rilis sejumlah data penting pekan ini, seperti data tenaga kerja dan manufaktur AS, inflasi, neraca perdagangan, cadangan devisa, dan indeks kepercayaan konsumen di dalam negeri. (KR)