Anna Paulson isyaratkan The Fed tunda pemangkasan bunga

Senin, 05 Januari 2026

image

JAKART - Presiden Federal Reserve Bank of Philadelphia, Anna Paulson, mengatakan pada Sabtu bahwa pemangkasan suku bunga lanjutan oleh bank sentral Amerika kemungkinan masih cukup lama jika melihat kinerja ekonomi setelah pelonggaran yang aktif tahun lalu.

“Saya melihat inflasi terus melandai, pasar tenaga kerja menjadi lebih stabil, dan pertumbuhan berada di kisaran 2 persen tahun ini,” kata Paulson dalam teks pidato yang akan disampaikannya pada Pertemuan Tahunan Allied Social Science Associations 2026 di Philadelphia.

“Jika semua itu terjadi, maka beberapa penyesuaian lanjutan yang bersifat moderat terhadap suku bunga dana federal kemungkinan akan tepat dilakukan pada akhir tahun 2026,” ujarnya seperti dikutip YahooFinance, Sabtu (3/1).

Paulson juga mengatakan bahwa  tingkat suku bunga dana federal saat ini masih sedikit bersifat ketat, seraya menambahkan bahwa kebijakan tersebut masih bekerja untuk menurunkan tekanan inflasi.

Paulson memiliki hak suara dalam penetapan suku bunga oleh Federal Open Market Committee (FOMC). Tahun lalu, FOMC memangkas target suku bunganya sebesar total tiga perempat poin persentase melalui tiga langkah terpisah masing-masing 25 basis poin, sehingga target suku bunga bank sentral berada di kisaran 3,5% hingga 3,75% pada pertemuan kebijakan bulan Desember.

The Fed memangkas suku bunga di tengah upaya penyeimbangan yang rumit. Mereka berusaha menjaga kebijakan tetap cukup ketat untuk menekan inflasi, namun juga cukup longgar untuk menopang pasar tenaga kerja yang mulai melemah.

Saat memangkas suku bunga, para pejabat juga menghadapi tekanan besar dari Presiden Donald Trump untuk melakukan pemangkasan yang lebih agresif, sementara sejumlah pejabat The Fed tidak ingin melonggarkan kebijakan sama sekali karena inflasi masih jauh di atas target 2%.

Pada pertemuan bulan Desember, Ketua The Fed Jerome Powell hanya memberikan sedikit panduan mengenai waktu pemangkasan suku bunga berikutnya, meskipun proyeksi The Fed menunjukkan adanya pelonggaran lanjutan dalam bentuk tertentu pada tahun ini.

Dalam pernyataannya, Paulson mengatakan ia memiliki optimisme yang berhati-hati terhadap inflasi serta keinginan untuk memperoleh kejelasan yang lebih besar mengenai apa yang mendorong pertumbuhan naik dan penurunan lapangan kerja.

“Saya melihat peluang yang cukup besar bahwa kita akan mengakhiri tahun ini dengan inflasi yang mendekati 2% berdasarkan laju tahunan,” kata Paulson, seiring selesainya penyesuaian harga terkait tarif.

Menurut Paulson, di sisi ketenagakerjaan, meski pasar tenaga kerja jelas melambat, kondisinya belum sampai runtuh.

Dia menilai perlambatan luas di pasar tenaga kerja berasal dari faktor penawaran maupun permintaan dan situasi perekrutan perlu dicermati dengan saksama seiring berjalannya tahun ini.(BS)