WIFI targetkan jangkau lebih dari 3 juta pelanggan pada akhir 2026

Senin, 07 September 2026

image

JAKARTA - Emiten sektor teknologi milik Hashim Djojohadikusumo, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge, menargetkan jumlah pelanggan fixed broadband menembus lebih dari 3 juta pada akhir 2026.

Target tersebut akan ditopang ekspansi 5G Fixed Wireless Access (FWA) frekuensi 1,4 GHz, jaringan Fiber-to-the-Home (FTTH), serta pendanaan internasional.

Hingga akhir semester I-2026, pelanggan fixed broadband WIFI telah melonjak 518% secara tahunan menjadi 2,3 juta, terdiri dari 1,85 juta pelanggan FTTH Starlite dan 513 ribu pelanggan 5G FWA IRA–Internet Rakyat.

Tingkat churn rate FTTH Starlite juga tercatat di bawah 0,1% per bulan.

Dari sisi produk, Surge membangun product ladder agar pelanggan dapat masuk dengan tarif terjangkau dan melakukan peningkatan layanan dalam ekosistem perseroan.

IRA dengan 5G FWA 1,4 GHz hingga 100 Mbps dan Starlite FTTH hingga 200 Mbps masing-masing dibanderol Rp100.000 per bulan.

Sementara Starlite Prime dengan kecepatan hingga 500 Mbps ditawarkan Rp168.000 per bulan dan Starlite Super berbasis Wi-Fi 7 hingga 2 Gbps sebesar Rp250.000 per bulan.

Kualitas Starlite juga mendapat validasi Ookla Speedtest Intelligence yang mencatat kecepatan unduh median pengguna tercepat di antara penyedia fixed broadband di Indonesia pada Desember 2025.

Starlite Super turut meraih WBBA Gigacity Champion Award 2026 di Bangkok pada Juli 2026.

Melalui anak usahanya, PT Telemedia Komunikasi Pratama, Surge mengembangkan IRA sebagai jaringan 5G FWA komersial 1,4 GHz pertama di dunia.

Hingga Agustus 2026, layanan tersebut telah mengoperasikan lebih dari 1.500 site di delapan provinsi di Jawa, Maluku, dan Papua, didukung enam mitra vendor RAN serta lebih dari 4.500 unit radio terintegrasi.

Ekspansi dilakukan dengan pendekatan community-powered infrastructure melalui Rumah Sahabat IRA, yakni pemanfaatan rumah, masjid, dan toko sebagai lokasi radio rooftop, yang telah menjaring lebih dari 9.000 host.

Perseroan juga memiliki lebih dari 5.000 agen Sahabat IRA untuk penjualan berbasis komunitas.

Direktur Solusi Sinergi Digital, Shannedy Ong, mengatakan pendekatan berbasis komunitas menjadi salah satu strategi untuk mempercepat pembangunan jaringan.

"Hingga Agustus 2026, kami telah mengoperasikan lebih dari 1.500 site FWA secara on-air. Didukung pendaftaran lebih dari 9.000 Rumah Sahabat IRA dan 5.000 agen lokal, kami optimistis dapat mengoperasikan 5.500 site FWA serta membentang 3,5 juta homepassed FTTH demi mengejar target 3 juta pelanggan di akhir 2026," ujar Shannedy dalam Public Expo Live 2026, Senin (7/9).

Infrastruktur serat optik yang membentang di sepanjang jalur kereta api Pulau Jawa akan mendukung konektivitas 100–200 Mbps dengan tarif mulai Rp100.000 per bulan.

Ekspansi jaringan tersebut turut diperkuat pendanaan melalui anak usaha Surge, PT Integrasi Jaringan Ekosistem (WEAVE), yang menerbitkan Samurai Bond senilai JPY21,4 miliar atau sekitar Rp2,4 triliun di pasar Jepang pada Juli 2026.

Obligasi tersebut memperoleh peringkat BBB+ dari Japan Credit Rating Agency (JCR) dan digunakan untuk mendukung belanja modal, pembangunan serta perluasan jaringan FTTH dan infrastruktur digital, modal kerja, serta kebutuhan korporasi lainnya.

Seiring dengan bertambahnya skala jaringan, Surge juga mulai mengintegrasikan Agentic AI ke dalam operasional dan layanan.

Sebanyak sembilan modul telah digunakan pada IRA dan Starlite, antara lain Proactive Network AI, AI Project Monitoring, AI Install QC berbasis OCR, AI Ticketing Platform, AI Complaint Chatbots, dan AI Incident Management.

Perseroan juga bermitra dengan KreasiKita untuk menghadirkan ekosistem karier dan kreativitas berbasis AI, termasuk AI CV builder, AI recruiter, match scoring, AI interview practice, creative studio, AI career assistant, serta verified marketplace dan komunitas.

"Ke depan, kami tidak hanya ingin menghubungkan lebih banyak masyarakat, tetapi juga membangun intelligence berbasis AI di atas infrastruktur tersebut. Dengan demikian, SURGE dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan AI dan ekonomi digital Indonesia," ujar Shannedy.

Pada perdagangan sesi satu hari ini, Senin (7/9) hingga pukul 11.59 WIB, harga saham WIFI naik 0,48% ke level Rp2.100 per saham.

Dalam sebulan terakhir, saham WIFI menguat 3,96%, tetapi sejak awal 2026 masih terkoreksi 36,94%. (DK)