TLKM cetak laba Rp10,6 triliun, tumbuh 1,4% di semester I 2026
Senin, 07 September 2026
JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) membukukan laba bersih Rp10,6 triliun pada semester I-2026, tumbuh 1,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kinerja ini ditopang penguatan bisnis mobile, efisiensi operasional, dan pertumbuhan bisnis infrastruktur digital.
Pendapatan konsolidasi perseroan mencapai Rp75,9 triliun, naik 3,9% secara tahunan. EBITDA meningkat 3,8% menjadi Rp37,5 triliun dengan margin 49,4%.
Adapun laba bersih yang dinormalisasi mencapai Rp11,3 triliun, tumbuh 6,2% dibandingkan semester I-2025.
Dalam Public Expose Live 2026, manajemen menyampaikan arus kas operasi tumbuh 7% menjadi Rp34,9 triliun. Free cash flow to firm (FCFF) juga meningkat 7% menjadi Rp44,2 triliun.
Lebih dari 94% belanja modal dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur inti B2C dan B2B.
Dari sisi bisnis, Telkomsel mencatat pendapatan Rp55,6 triliun, tumbuh 3,3%. EBITDA Telkomsel meningkat 8,6%, sementara margin EBITDA naik 230 basis poin menjadi 46,9%.
Segmen B2B Infrastructure mencatat pertumbuhan pendapatan 19% menjadi Rp33,1 triliun.
Perseroan mempertahankan target pertumbuhan pendapatan yang dinormalisasi sebesar 1%-3% pada 2026. Rasio belanja modal terhadap pendapatan diproyeksikan berada di kisaran 17%-19% sepanjang tahun.
Dalam transformasi aset, perseroan menargetkan transaksi tahap kedua Infranexia rampung pada akhir September hingga awal Oktober 2026.
Selain itu, manajemen tengah mengevaluasi kemitraan strategis untuk bisnis data center yang berpotensi melibatkan pelepasan saham mayoritas dan ditargetkan selesai pada akhir tahun.
Sebanyak 52,1% saham perseroan dimiliki Danantara dan BP BUMN, sedangkan 47,9% berada di tangan publik.
Dari porsi publik tersebut, sekitar 80,5% dimiliki investor asing dan 19,5% investor domestik. Saham perseroan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia dengan kode TLKM dan di New York Stock Exchange dengan kode TLK.
Sejak IPO pada 1995, harga saham perseroan telah tumbuh sekitar 11,1 kali lipat. Dengan memperhitungkan dividen, total shareholder return perseroan mencapai 41,3 kali lipat sejak IPO. (DH)