SSIA targetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 60% sepanjang 2026

Senin, 07 September 2026

image

JAKARTA - PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) optimistis mampu mencapai target pertumbuhan pendapatan sekitar 60% secara tahunan pada 2026.

Pertumbuhan tersebut akan ditopang oleh penjualan dan pengakuan pendapatan lahan di kawasan industri Subang Smartpolitan serta pemulihan kinerja segmen perhotelan.

Optimisme tersebut disampaikan manajemen SSIA dalam Public Expose Live yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-49 Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (3/9). Dalam agenda tersebut, perseroan memaparkan perkembangan kinerja, strategi bisnis, serta prospek usaha hingga akhir 2026.

Presiden Direktur SSIA Johannes Suriadjaja mengatakan minat investor terhadap kawasan industri Subang Smartpolitan masih menunjukkan perkembangan positif di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global.

“Di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global, kami bersyukur SSIA masih mendapatkan kepercayaan dari investor global sebagai salah satu tujuan investasi mereka. Kami terus mempersiapkan infrastruktur yang diperlukan agar Subang Smartpolitan tidak hanya menjadi rumah bagi industri manufaktur, tetapi juga dapat berkembang menjadi pusat industri bernilai tambah tinggi, pusat inovasi, serta kegiatan penelitian dan pengembangan di Indonesia,” ujar Johannes, dalam siaran pers Perseroan, Senin (7/9)

Selain kawasan industri, SSIA melihat prospek positif dari segmen perhotelan. Paradisus by Meliá Bali telah kembali beroperasi penuh sejak Februari 2026.

Seiring dengan membaiknya kinerja operasional, perseroan menargetkan kontribusi segmen all-inclusive mencapai sekitar 50% dari total inventori kamar hingga akhir tahun.

Sementara itu, UMANA Bali, LXR Hotels & Resorts juga mencatatkan peningkatan kinerja, baik dari tingkat hunian maupun rata-rata tarif kamar.

Perkembangan tersebut dinilai mencerminkan pemulihan bisnis perhotelan yang semakin kuat dan memberikan kontribusi terhadap kinerja konsolidasian SSIA.

Di segmen konstruksi, melalui anak usaha PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA), perseroan tetap optimistis mencapai target pendapatan dan kontrak baru pada 2026.

Menghadapi persaingan yang semakin ketat serta kenaikan harga sejumlah material utama, NRCA terus mendorong efisiensi operasional, salah satunya melalui strategi pengadaan material yang lebih terencana untuk menjaga margin dan profitabilitas proyek.

Optimisme tersebut turut ditopang oleh kinerja keuangan SSIA pada semester I 2026. Perseroan membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp3,35 triliun, tumbuh 58,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan pendapatan terutama berasal dari peningkatan pengakuan penjualan pada segmen properti. Laba bruto tercatat sebesar Rp1,09 triliun, sementara EBITDA mencapai Rp692,5 miliar dengan margin EBITDA sebesar 20,7%. Adapun laba bersih SSIA mencapai Rp262,6 miliar.

Segmen properti masih menjadi motor utama pertumbuhan perseroan, didukung kinerja konstruksi yang solid dan pemulihan bisnis perhotelan.

Pemulihan tersebut juga tercermin dari keberhasilan segmen hospitality membukukan EBITDA positif pada semester I 2026, berbalik dari EBITDA negatif pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Dengan dukungan pertumbuhan Subang Smartpolitan, pemulihan bisnis perhotelan, serta kinerja konstruksi yang tetap solid, SSIA optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan dan mencapai target kinerja yang telah ditetapkan untuk 2026,” tutup Johannes. (DK)