ELSA raih laba Rp435 miliar, pendapatan tumbuh 8,9%
Senin, 07 September 2026
JAKARTA - PT Elnusa Tbk (ELSA), emiten subholding upstream Pertamina, membukukan laba bersih Rp435 miliar pada semester I 2026, tumbuh 29,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur ELSA, Nelwin Aldriansyah, mengatakan pertumbuhan laba yang lebih tinggi dibandingkan pendapatan mencerminkan kemampuan perseroan menjaga efisiensi sekaligus meningkatkan kualitas pendapatan.
“Pada semester pertama 2026, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp7,58 triliun atau meningkat 8,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. EBITDA mencapai Rp862 miliar, tumbuh 16,2%, sedangkan laba bersih mencapai Rp435 miliar atau meningkat 29,2%,” kata Nelwin dalam Public Expose Live 2026, Senin (7/9).
Sejalan dengan pertumbuhan laba, margin laba bersih meningkat menjadi sekitar 5,73%. Dari sisi neraca, total aset perseroan per Juni 2026 mencapai Rp11,4 triliun dengan ekuitas sebesar Rp5,43 triliun.
Posisi likuiditas juga tetap terjaga dengan arus kas dari aktivitas operasi mencapai Rp761 miliar. Sementara itu, saldo kas hingga akhir Juni 2026 tercatat Rp2,88 triliun.
Di sisi pendapatan, bisnis perseroan masih bergantung pada pelanggan afiliasi yang menyumbang sekitar 78% dari total pendapatan. Adapun kontribusi pelanggan pihak ketiga baru mencapai 22%.
Perseroan menargetkan peningkatan kontribusi pelanggan non-afiliasi sebagai bagian dari strategi diversifikasi bisnis dan penguatan basis pendapatan.
“Ke depan, Elnusa akan terus meningkatkan kontribusi pasar non-afiliasi sebagai bagian dari strategi diversifikasi bisnis. Kami tetap menjaga kualitas pendapatan dan memastikan pertumbuhan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham,” ujar Nelwin.
Untuk menopang ekspansi, perseroan menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp602 miliar sepanjang 2026. Hingga Juni, realisasi capex telah mencapai sekitar 35% dari target tahunan.
Belanja modal tersebut difokuskan untuk memperkuat kapasitas operasional di sejumlah segmen. Pada bisnis integrated upstream, investasi mencakup STPS Navigation, Passive Seismic UBITS 100, Coal Tubing Unit, dan Cementing Unit.
Sementara itu, pada bisnis distribution and logistics, investasi dialokasikan untuk pengadaan kendaraan tangki BBM dan pengembangan fasilitas Terminal LPG Kolaka. Perseroan juga berinvestasi pada fasilitas penyimpanan data, infrastruktur gudang, serta sejumlah aset pendukung lainnya.
“Kami menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan capex untuk memastikan setiap investasi memberikan pengembalian yang optimal dan mendukung pertumbuhan Elnusa secara berkelanjutan,” kata Nelwin.(DH)