SSIA realisasikan capex Rp1,1 triliun, fokus garap Subang Smartpolitan
Senin, 07 September 2026
JAKARTA - PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) telah merealisasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp1,1 triliun sepanjang semester I-2026.
Realisasi tersebut mencapai separuh dari total alokasi capex tahun ini yang disiapkannya sebesar Rp2,2 triliun, di mana porsi terbesar untuk pengembangan kawasan terpadu Subang Smartpolitan.
Vice President of Investor Relations and Sustainability SSIA, Erlin Budiman, mengungkapkan bahwa fokus utama penggunaan anggaran tahun ini dialokasikan untuk pembebasan serta pematangan lahan di Jawa Barat.
"Capex untuk SSIA itu ada di Rp2,2 triliun, di mana Rp1,5 triliun kita dedikasikan untuk pembangunan Subang saat ini, yang terdiri dari land acquisition dan juga land development," ujar Erlin dalam Public Expose Live 2026, Senin (7/9).
Erlin menjelaskan, hingga akhir Juni 2026, perseroan telah menyerap sekitar Rp330 miliar khusus untuk pengembangan proyek Subang Smartpolitan.
Selain kawasan industri, SSIA juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp330 miliar untuk penyelesaian proyek perhotelan Paradisus by MeliĆ” Bali, yang realisasinya telah menyerap sekitar Rp200 miliar pada paruh pertama tahun ini.
Di sisi lain, manajemen melakukan penyesuaian (fine-tuning) pada target pendapatan konsolidasi hingga akhir tahun 2026 menjadi Rp7,2 triliun dari proyeksi awal sebesar Rp7,5 triliun.
Penyesuaian ini dipicu oleh penundaan jadwal penjualannya serta pergeseran jadwal kontrak pada anak usaha konstruksi, PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA).
"Ada sedikit pergeseran menjadi Rp7,2 triliun karena memang ada beberapa hal, adanya pending dari sisi penjualan atau juga peralihan kontrak Nusa Raya. Namun, kita masih bisa mencapai 63% pertumbuhan year-on-year," jelas Erlin.
Meski target pendapatan mengalami sedikit penyesuaian, perseroan tetap optimistis dari sisi profitabilitas.
SSIA mempertahankan target laba bersih di level Rp400 miliar pada akhir tahun 2026, yang mencerminkan lonjakan hingga 570% dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Pada perdagangan hari ini, Senin (7/9), harga saham SSIA turun 0,83% ke level Rp1.795 per lembar.
Jika dilihat dalam sebulan terakhir, saham SSIA justru naik 7,49% dan sejak awal 2026 melonjak hingga 7,81%. (DK)