UBS revisi proyeksi, The Fed diprediksi naikkan bunga 2 kali
Selasa, 08 September 2026
JAKARTA - UBS memperkirakan Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga dua kali pada 2026, masing-masing sebesar 25 basis poin pada September dan Desember.
Perubahan proyeksi tersebut terjadi setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dari perkiraan menunjukkan pasar tenaga kerja masih tangguh.
Sebelumnya, UBS memperkirakan The Fed tidak mengubah kebijakan suku bunga sepanjang tahun ini.
"Namun, komunikasi yang bernada (hawkish) khususnya pidato (Gubernur The Fed Kevin) Warsh di Jackson Hole serta meningkatnya risiko inflasi akibat hambatan pasokan dan data ketenagakerjaan bulan Agustus yang kuat, telah mengubah pandangan tersebut," ungkap UBS Global Wealth Management dalam sebuah catatan pada hari Jumat.
Seperti dikutip Reuters, data pemerintah AS menunjukkan pemberi kerja menambah 162.000 pekerjaan pada Agustus. Angka tersebut berada di atas ekspektasi pasar. Tingkat pengangguran tetap 4,1%.
Revisi proyeksi UBS juga diikuti sejumlah lembaga keuangan lain. Citigroup dan Macquarie turut mengubah perkiraan arah suku bunga The Fed setelah rilis data ketenagakerjaan tersebut.
Data pekerjaan Agustus dirilis setelah Ketua The Fed, Kevin Warsh menyampaikan pernyataan hawkish dalam simposium Jackson Hole pada Agustus.
Di sisi lain, Gubernur The Fed, Christopher Waller, mengatakan dirinya dapat mendukung keputusan untuk mempertahankan suku bunga jika data mendatang menunjukkan tekanan inflasi terus mereda.
Ekspektasi kenaikan bunga juga meningkat di pasar keuangan. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin dalam pertemuan The Fed pada 15-16 September mencapai sekitar 58%, naik dari 52% pada Kamis.
Dengan revisi tersebut, UBS kini memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga total 50 basis poin pada 2026.(DH)