Direstui pemegang saham, MGLV resmi buka babak baru AI data centre
Selasa, 08 September 2026
JAKARTA - PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) resmi mengubah fokus bisnis menjadi penyedia layanan pusat data kecerdasan buatan (AI data center).
Perubahan tersebut mendapat persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) dan Rapat Umum Pemegang Saham Independen yang digelar di Jakarta, Senin (7/9).
NexAI, yang sebelumnya bernama PT Panca Anugrah Wisesa Tbk memperoleh persetujuan untuk memperkuat permodalan melalui Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.
Dalam aksi korporasi tersebut, perseroan berencana menerbitkan maksimal 285.732.512 saham biasa baru. Dana yang diperoleh akan digunakan untuk mendukung pengembangan arah bisnis baru perseroan.
Presiden Direktur MGLV, Ahmad Zulfikar, mengatakan persetujuan pemegang saham menjadi dasar bagi perseroan untuk mempercepat ekspansi di sektor infrastruktur digital.
"Kami berterima kasih atas kepercayaan dan dukungan pemegang saham. Persetujuan ini menjadi landasan bagi kami untuk mengakselerasi penetrasi ke sektor infrastruktur digital, sekaligus membangun fondasi pertumbuhan yang solid di industri AI data center yang berkembang sangat cepat,” tulis Zulfikar dalam keterangan resmi.
Selain rights issue, pemegang saham menyetujui penataan kembali portofolio usaha. NexAI akan melepas kepemilikan pada sejumlah anak usaha yang masih terkait dengan lini bisnis sebelumnya kepada pihak ketiga, termasuk pengalihan aset dan liabilitas terkait.
Dalam RUPS Independen, pemegang saham independen juga menyetujui rencana akuisisi saham PT Nextier Askara Center (NAC) dan PT Nextier GenAi Center (NGC) oleh NexAI. Akuisisi tersebut mencakup piutang terkait dari PT Nextier Datamate Center (NDC), salah satu pemegang saham perseroan.
"Divestasi sejumlah anak usaha dan akuisisi NAC dan NGC merupakan langkah konkret menata kembali portofolio Perseroan sesuai fokus usaha yang baru. Kedua perusahaan ini akan memperkuat pondasi operasional dan strategi pengembangan bisnis AI data center kami," ujar Zulfikar.
Perubahan fokus bisnis NexAI berlangsung di tengah prospek pertumbuhan infrastruktur AI di Indonesia. Riset CGS Internasional Sekuritas Indonesia menyebut Indonesia berpotensi menjadi salah satu pusat pertumbuhan infrastruktur AI di Asia Tenggara seiring meningkatnya kebutuhan pusat data.
Dalam keterbukaan informasi perseroan, World Bank juga memperkirakan kebutuhan kapasitas pusat data di Indonesia akan meningkat signifikan hingga mencapai 3,06 gigawatt pada 2034. (DH)