Separatis Yaman STC akan gelar referendum merdeka 2 tahun ke depan
Senin, 05 Januari 2026

DUBAI - Gerakan separatis selatan Yaman menyatakan akan menggelar referendum kemerdekaan dari wilayah utara dalam dua tahun ke depan.Pernyataan ini muncul di tengah pertempuran sengit, saat pasukan yang didukung Arab Saudi berupaya merebut kembali wilayah yang dikuasai separatis sejak bulan lalu.Pernyataan tersebut disampaikan oleh Dewan Transisi Selatan (Southern Transitional Council/STC) yang didukung Uni Emirat Arab (UEA).Seperti dikutip reuters.com, hal ini menjadi sinyal paling jelas sejauh ini mengenai niat STC untuk memisahkan diri dari Yaman, langkah yang dipandang sebagai eskalasi oleh pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan pendukungnya, Arab Saudi.Pernyataan STC disampaikan hanya beberapa jam setelah pemerintah Yaman mengumumkan operasi militer untuk merebut kembali Provinsi Hadramout, wilayah strategis yang kaya minyak dan dikuasai STC sejak Desember lalu. Operasi tersebut dilaporkan mendapat dukungan militer Arab Saudi.Kemajuan mendadak pasukan separatis pada awal Desember telah mengubah peta kekuatan di Yaman, yang telah dilanda perang selama lebih dari satu dekade.Perkembangan ini memecah koalisi anti-Houthi dan menyingkap perbedaan kepentingan antara dua sekutu Teluk, Arab Saudi dan UEA.Selama bertahun-tahun, Yaman terbelah antara wilayah utara yang dikuasai kelompok Houthi yang didukung Iran, dan wilayah lain yang berada di bawah kendali pemerintah serta kelompok-kelompok yang didukung negara-negara Teluk, termasuk separatis selatan.Pemerintah Yaman dan Arab Saudi belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan STC.Namun, media pemerintah Saba melaporkan Ketua Dewan Kepresidenan Yaman yang didukung Saudi, Rashad al-Alimi, telah meminta Riyadh menjadi tuan rumah forum dialog untuk menyelesaikan persoalan selatan.Al-Alimi berharap forum tersebut dapat mempertemukan seluruh faksi selatan tanpa pengecualian, termasuk STC. Usulan ini muncul setelah sejumlah tokoh dan kelompok politik selatan mengecam langkah sepihak STC, khususnya oleh pemimpinnya Aidarous Al-Zubaidi, terkait arah masa depan wilayah selatan.Sementara itu, di Hadramout, gubernur setempat mengatakan pasukannya telah melancarkan operasi dan merebut pangkalan militer penting.
STC menyatakan pasukannya dalam siaga penuh dan siap merespons keras, di tengah kekhawatiran Arab Saudi yang memandang penguasaan Hadramout oleh separatis sebagai ancaman strategis. (DK)