TOWR pacu bisnis digital lewat 5G dan AI
Selasa, 08 September 2026
JAKARTA - PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) terus memperluas bisnis dari penyedia menara telekomunikasi menjadi platform infrastruktur digital.
Perseroan mengandalkan portofolio menara, fiber optik, konektivitas, energi, hingga layanan terkelola untuk menangkap peluang pertumbuhan dari ekspansi jaringan 5G dan perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Direktur TOWR, Indra Gunawan, menyebut perseroan kini memiliki sekitar 37.000 menara dan 182.000 kilometer jaringan fiber di seluruh Indonesia.
"Kami sudah berubah, bertransformasi dari awalnya hanya sebagai traditional tower provider sehingga saat ini menjadi digital infrastructure platform," ujar Indra dalam Public Expose Live 2026.
Indra menilai kebutuhan infrastruktur digital akan terus meningkat seiring perkembangan 5G dan AI.
Sementara itu, perseroan telah membangun ekosistem yang mencakup menara, fiber optik, energi terbarukan, dan layanan terkelola.
"Kita memiliki menara, kita memiliki fiber optik, kita juga memiliki anak usaha yang bergerak di bidang industri terbarukan. Kita juga punya anak usaha yang fokus terhadap layanan," ungkap Indra.
Kombinasi bisnis tersebut memperkuat kemampuan TOWR dalam menyediakan infrastruktur yang mendukung perkembangan teknologi baru, termasuk AI.
5G Buka Peluang Pertumbuhan
perseroan melihat pengembangan jaringan 5G sebagai salah satu peluang pertumbuhan utama. Saat ini, cakupan 5G di Indonesia masih kurang dari 6%.
Kondisi tersebut membuka peluang bagi peningkatan kebutuhan menara dan fiber optik. Pengembangan jaringan 5G membutuhkan dukungan fiber yang lebih kuat karena teknologi tersebut tidak lagi dapat sepenuhnya mengandalkan microwave sebagai jaringan pendukung.
Selain 5G, perseroan mengembangkan bisnis yang berkaitan dengan AI, system integration, software as a service (SaaS), payment gateway, serta solusi energi hijau. Perseroan memiliki sembilan pilar bisnis untuk memperluas sumber pendapatan.
Pada bisnis fiber, perseroan memiliki hampir 1,9 juta homepass dengan tingkat penetrasi sekitar 20%. Perseroan juga melayani hampir 9.000 pelanggan korporasi dan telah menjangkau 347 kota.
Sementara itu, bisnis konektivitas mencatat pertumbuhan 33% secara tahunan pada semester I 2026, menjadikannya salah satu segmen dengan pertumbuhan tertinggi.
Optimalkan Kapasitas Fiber
Perseroan juga terus mengoptimalkan kapasitas jaringan fiber yang tersedia untuk menciptakan sumber pendapatan baru. Perseroan membangun jaringan dengan kapasitas 12, 48, hingga 96 cores, sementara sebagian kapasitas masih tersedia untuk layanan lainnya.
Strategi tersebut memungkinkan perseroan meningkatkan utilisasi aset yang sudah dimiliki tanpa harus membangun seluruh infrastruktur baru dari awal.
Di sisi regulasi, manajemen melihat rencana penerapan neutral host sebagai peluang bagi industri infrastruktur digital. Regulasi tersebut berpotensi memperluas peran penyedia infrastruktur dalam menyediakan infrastruktur aktif maupun pasif.
Dengan portofolio menara, fiber, konektivitas, energi, dan layanan digital, perseroan terus memperkuat posisi sebagai penyedia infrastruktur digital terintegrasi sekaligus menangkap peluang pertumbuhan dari perkembangan 5G dan AI.(DH)