Warren Buffet mundur dari Berkshire Hathaway, siapa suksesornya?
Senin, 05 Januari 2026

JAKARTA – Warren Buffett meletakkan jabatan Chief Executive Officer (CEO) Berkshire Hathaway setelah memangku posisi itu selama 60 tahun. Mundurnya Buffett sempat memengaruhi saham Berkshire pada akhir pekan lalu (2/1).
Dalam surat perpisahan kepada pemegang saham, Buffett menyampaikan bahwa peluang kerugian Berkshire sangat kecil dibandingkan bisnis apapun yang dikenalnya selama ini. Manajemen Berkshire, menurutnya, lebih peduli pada pemegang saham dibandingkan hampir semua perusahaan yang ditetahuinya.
"Berkshire akan selalu dikelola dengan cara yang membuat keberadaannya menjadi aset bagi Amerika Serikat dan menghindari aktivitas yang akan membuatnya menjadi peminta-minta. Seiring berjalannya waktu, manajer kami harus tumbuh cukup kaya, mereka memiliki tanggung jawab penting, tetapi tidak memiliki keinginan untuk kekayaan dinasti atau kekayaan yang pamer," kata Buffett.
Menurut pria berusia 95 tahun itu, keagungan tidak muncul melalui akumulasi uang yang besar, publisitas besar, atau kekuasaan besar di pemerintahan.
“Ketika Anda membantu seseorang dengan salah satu dari ribuan cara, Anda membantu dunia. Kebaikan itu tidak berbayar tetapi juga tidak ternilai harganya. Terlepas dari apakah Anda religius atau tidak, sulit untuk mengalahkan aturan emas (The Gulden Rule) sebagai panduan prilaku dan sikap," ujarnya.
Seiring pengunduran diri itu, Buffet telah menyiapkan sukesornya, Greg Abel, yang telah bekerja di Berkshire sejak tahun 2000 dan menjabat Wakil Ketua Direksi Berkshire Hathaway.
Buffett mengatakan Abel melampaui ekspektasi tinggi saat pertama kali berpikir bahwa Abel menjadi CEO Berkshire berikutnya.
"Dia memahami banyak bisnis dan personel kami jauh lebih baik daripada saya saat ini, dan dia adalah pembelajar yang sangat cepat mengenai masalah yang bahkan tidak dipertimbangkan oleh banyak CEO," katanya. (LK)