CEO Bank of America paparkan prospek ekonomi AS awal 2026
Senin, 05 Januari 2026

WASHINGTON - Ketua dan CEO Bank of America (BofA), Brian Moynihan, menilai prospek ekonomi Amerika Serikat tetap solid memasuki 2026, meski sejumlah risiko masih perlu diwaspadai.Dalam wawancara terbaru dengan CBS News, Moynihan menyatakan bahwa selama tingkat penyerapan tenaga kerja tetap tinggi dan upah pekerja terus meningkat, ekonomi AS akan berada dalam kondisi yang sehat.Menurutnya, ketika perusahaan-perusahaan di AS terus mempekerjakan tenaga kerja dan menaikkan gaji, konsumsi masyarakat akan tetap terjaga.“Jika perusahaan-perusahaan di Amerika mempekerjakan orang dan membayar mereka sedikit lebih tinggi, mereka akan membelanjakan uangnya. Ekonomi AS akan baik-baik saja,” ujar Moynihan.Seperti dikutip dailyhodl.com, Ia juga mengungkapkan bahwa Bank of America telah menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi AS, seiring dampak positif dari pemotongan pajak dan peningkatan investasi bisnis.Stimulus dari kebijakan pajak serta aliran investasi baru dinilai akan terus memberikan dorongan tambahan bagi perekonomian.“Karena faktor-faktor itu, tim kami menaikkan proyeksi pertumbuhan dari sekitar 1,5% beberapa bulan lalu menjadi 2,4% untuk tahun 2026,” jelasnya.Meski demikian, Moynihan mengingatkan adanya sejumlah risiko yang dapat menghambat laju pertumbuhan ekonomi.Salah satu faktor kunci adalah keberlanjutan belanja konsumen. Pertumbuhan ekonomi AS pada 2026 sangat bergantung pada apakah konsumen tetap aktif membelanjakan uangnya.“Jika konsumen mulai menahan pengeluaran saat kita memasuki 2026, pertumbuhan ekonomi akan melambat. Itu risikonya, meski sejauh ini belum terlihat tanda-tandanya,” katanya.Selain itu, risiko geopolitik seperti konflik bersenjata, serta ancaman lain seperti serangan siber dan gangguan pasar global, juga berpotensi menimbulkan guncangan terhadap perekonomian AS. (DK)