Iran ancam balas, lalu lintas kapal di Selat Hormuz melambat
Selasa, 08 September 2026
TEHERAN - Lalu lintas kapal pengangkut komoditas melalui Selat Hormuz melambat pada awal pekan setelah Iran mengancam akan melakukan aksi balasan jika Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan baru.
Data Kpler yang dirilis Selasa (8/9) menunjukkan hanya tujuh kapal komoditas melintasi Selat Hormuz pada Senin (7/9), turun dari delapan kapal pada hari sebelumnya.
Seperti dikutip Reuters, Iran sebelumnya memperingatkan bahwa infrastruktur energi di kawasan Teluk, termasuk kepentingan minyak dan gas milik AS, dapat menjadi sasaran jika Washington kembali melakukan serangan.
Ancaman tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap kelancaran perdagangan energi melalui salah satu jalur pelayaran minyak paling strategis di dunia.
Goldman Sachs juga menaikkan proyeksi harga minyak Brent dan West Texas Intermediate (WTI) untuk Desember 2026 dan 2027.
Bank investasi tersebut memperkirakan gangguan pelayaran di Timur Tengah masih akan berlangsung hingga tahun depan.
Lalu Lintas Bab el-Mandeb Meningkat
Di tengah perlambatan di Selat Hormuz, aktivitas pelayaran melalui Selat Bab el-Mandeb justru meningkat.
Sebanyak 29 kapal pengangkut komoditas tercatat melewati Bab el-Mandeb pada Senin (7/9), naik signifikan dari 17 kapal pada hari sebelumnya, berdasarkan data Kpler.
Bab el-Mandeb merupakan jalur pelayaran penting lainnya bagi perdagangan komoditas global yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.
Namun, jumlah kapal yang tercatat di kedua selat tersebut belum tentu mencerminkan keseluruhan aktivitas pelayaran.
Sebagian kapal diduga mematikan transponder atau sistem pelacaknya selama perjalanan sehingga tidak masuk dalam perhitungan Kpler.
Perkembangan tersebut menunjukkan meningkatnya risiko terhadap jalur pelayaran energi global di tengah ketegangan antara Iran dan AS.
Setiap gangguan berkepanjangan di kawasan tersebut berpotensi meningkatkan biaya pengiriman dan memberikan tekanan tambahan terhadap harga minyak dunia. (DK)