Penasihat Takaichi proyeksikan BOJ naikkan suku bunga pada September

Selasa, 08 September 2026

image

TOKYO — Bank of Japan (BOJ) diperkirakan menaikkan suku bunga pada September dan melanjutkan kenaikan secara bertahap hingga Januari tahun depan, menurut Takuji Aida, penasihat ekonomi Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi.

Seperti dikutip Reuters, Aida, yang dikenal sebagai ekonom pro-reflasi dan salah satu suara paling vokal yang menentang kenaikan suku bunga BOJ, mengatakan dirinya memajukan proyeksi kenaikan suku bunga berikutnya dari Januari 2027 menjadi September 2026.

Menurut Aida, September menjadi kesempatan yang relatif sempit bagi BOJ untuk menaikkan suku bunga sebelum parlemen Jepang menggelar sidang luar biasa pada awal Oktober.

Dalam sidang tersebut, parlemen antara lain akan membahas rancangan kebijakan Takaichi untuk menangguhkan pungutan sebesar 8% atas sejumlah produk makanan selama dua tahun.

Setelah kenaikan pada September, BOJ diperkirakan kembali menaikkan suku bunga paling lambat Januari tahun depan.

Setelah itu, bank sentral Jepang kemungkinan kembali menerapkan pola kenaikan sekitar sekali setiap enam bulan.

"Kenaikan suku bunga yang terlalu dini dan terlalu cepat akan membebani perekonomian," kata Aida, yang juga menjabat sebagai Chief Japan Economist di Credit Agricole, dalam catatan risetnya.

Konsensus soal Kenaikan BOJ Meluas

Pernyataan Aida mengindikasikan semakin meluasnya pandangan di pemerintahan Takaichi yang cenderung dovish bahwa BOJ perlu melanjutkan kenaikan suku bunga.

Kebijakan tersebut dinilai dapat membantu membendung pelemahan yen yang tidak diinginkan pemerintah Jepang.

Pasar kini hampir sepenuhnya memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga BOJ sebesar 25 basis poin menjadi 1,25% dalam pertemuan kebijakan pada 17-18 September.

Ekspektasi kenaikan pada September semakin menguat setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent kembali menyerukan suku bunga BOJ yang lebih tinggi pada pekan lalu.

Bessent menyatakan dukungan kuat terhadap langkah moneter yang "tegas" untuk mengatasi pelemahan yen.

Gubernur BOJ Kazuo Ueda juga mengatakan pekan lalu bahwa bank sentral akan membahas kemungkinan kenaikan suku bunga, termasuk pada September, dengan fokus pada apakah risiko inflasi semakin meningkat.

Pernyataan tersebut memperkuat ekspektasi bahwa BOJ memiliki peluang besar untuk menaikkan suku bunga pada bulan ini.

Sementara itu, Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama berulang kali menegaskan bahwa keputusan kebijakan moneter merupakan kewenangan bank sentral ketika ditanya mengenai pernyataan Bessent.

Takaichi sendiri belum memberikan komentar terbaru mengenai arah kebijakan moneter Jepang. (DK)