Jerman berisiko kekurangan gas musim dingin akibat stok rendah
Selasa, 08 September 2026
BERLIN — Jerman berisiko menghadapi kekurangan pasokan gas pada musim dingin mendatang jika terjadi cuaca yang sangat dingin.
Asosiasi industri penyimpanan gas Jerman, INES, memperkirakan fasilitas penyimpanan gas hanya dapat terisi maksimal 77% pada 1 November, level yang dinilai belum cukup untuk menghadapi skenario cuaca ekstrem.
Per 1 September, fasilitas penyimpanan gas bawah tanah di Jerman tercatat baru terisi 53%, mengutip dari Reuters.
Menurut INES, angka tersebut merupakan level terendah dalam 15 tahun pencatatan, akibat minimnya insentif ekonomi bagi pelaku pasar untuk meningkatkan pasokan selama musim panas.
Meski pedagang telah memesan kapasitas yang setara dengan 83% dari total kapasitas penyimpanan yang tersedia, laju pengisian yang lambat sepanjang musim panas membuat tingkat pengisian maksimal secara teknis diperkirakan hanya mencapai 77% pada 1 November.
Managing Director INES Sebastian Heinermann mengatakan level tersebut masih cukup untuk menjamin pasokan dalam skenario suhu normal.
Dalam kondisi tersebut, persediaan diperkirakan tersisa sekitar 38% pada 1 April, yang secara tradisional menjadi akhir musim dingin dalam pasar gas.
"Namun, tingkat pengisian sekitar 77% tidak mencukupi jika suhu berada pada kondisi yang sangat dingin," kata Heinermann.
Dalam skenario cuaca ekstrem, sejumlah hari pada Januari bahkan berpotensi mengalami kekurangan pasokan hingga 25%, tambahnya.
Laju Pengisian Terlalu Lambat
Untuk mencapai tingkat pengisian 77% pada 1 November, Jerman harus meningkatkan injeksi gas hingga 1 terawatt hour (TWh) per hari.
Namun, menurut Heinermann, angka tersebut belum pernah tercapai sekalipun dalam tiga pekan terakhir.
"Jika kita terus mengisi dengan laju seperti tiga pekan terakhir, kita hanya akan mencapai tingkat pengisian 63%," ujarnya.
Situasi tersebut diperburuk oleh kondisi ekonomi penyimpanan gas yang kurang menarik.
Model bisnis penyimpanan biasanya mengandalkan harga gas yang lebih rendah pada musim panas dibandingkan musim dingin, sehingga pelaku pasar dapat membeli gas saat murah dan menjualnya ketika harga meningkat.
Namun, selisih harga gas musim panas dan musim dingin saat ini terlalu sempit.
Bahkan setelah memperhitungkan biaya dan pungutan, selisih tersebut menjadi negatif sehingga mengurangi insentif bagi pelaku pasar untuk mengisi fasilitas penyimpanan.
INES Dorong Intervensi Pemerintah
Untuk mempercepat pengisian cadangan gas, INES pekan lalu mengusulkan penghapusan sejumlah pungutan serta pemberian pinjaman pemerintah bersubsidi.
Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan injeksi gas dan memastikan cadangan berada pada tingkat yang memadai sebelum musim dingin, meski kondisi pasar saat ini kurang mendukung.
Risiko kekurangan pasokan menjadi perhatian penting bagi Jerman karena gas masih memainkan peran besar dalam sistem energi dan industri negara tersebut.
Cuaca ekstrem yang meningkatkan konsumsi secara tajam dapat mempercepat penurunan cadangan dan meningkatkan tekanan terhadap harga energi. (DK)