Laba SMGR melonjak 445,9%, penjualan domestik tumbuh 9,7%
Selasa, 08 September 2026
JAKARTA - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) mencatat pemulihan kinerja penjualan pada semester I-2026 seiring dengan membaiknya permintaan semen domestik.
Volume penjualan domestik SMGR mencapai 14,18 juta ton, tumbuh 9,7% secara tahunan. Sementara secara nasional, permintaan semen domestik tumbuh 10,6% secara tahunan.
Direktur Sales dan Marketing SMGR, Dicky Saelan, mengatakan pemulihan permintaan semen semakin kuat sepanjang paruh pertama 2026.
"Pada semester pertama 2026, kami sangat senang dan menyambut baik pemulihan permintaan semen yang kuat, yang tercermin pada angka pertumbuhan sebesar 10,6%," ujar Dicky dalam Public Expose Live 2026.
Pertumbuhan permintaan nasional ditopang penjualan semen kantong yang naik 10,3% secara tahunan dan semen curah sebesar 11,2%. Di SMGR, penjualan semen kantong pada semester I-2026 meningkat 11,2% secara tahunan, sedangkan semen curah tumbuh 5,6%.
Pada kuartal II-2026, total volume penjualan SMGR mencapai 9,56 juta ton, tumbuh 9,5% secara tahunan. Penjualan domestik berkontribusi 7,65 juta ton, naik 13,7% secara tahunan dan 17% dibandingkan kuartal sebelumnya.
Penjualan semen kantong pada kuartal II-2026 meningkat 11,4% secara tahunan menjadi 5,46 juta ton. Sementara penjualan semen curah tumbuh 19,5% menjadi 2,19 juta ton.
Dicky mengatakan pertumbuhan penjualan domestik tidak hanya ditopang pasar retail, tetapi juga proyek nasional serta sektor swasta dan korporasi.
"Pertumbuhan terutama ditopang oleh penjualan semen kantong yang meningkat 11,2% sejalan dengan perkembangan transformasi bisnis model retail SIG yang terus memberikan hasil yang sangat positif," katanya.
Dari sisi keuangan, laba bersih SMGR melonjak 445,9% secara tahunan menjadi Rp207 miliar pada semester I-2026. Kinerja tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan perseroan sebesar 13,1% menjadi Rp17,65 triliun.
Pendapatan segmen semen tumbuh 14,6% secara tahunan, sedangkan pendapatan segmen non-semen meningkat 1,6%.
Sementara itu, EBITDA SMGR mencapai Rp2,15 triliun, tumbuh 2,6% secara tahunan dengan margin EBITDA sebesar 12,2%.(DH)