Asia serap 70% ekspor minyak Kanada pada 2028, China terbesar

Rabu, 09 September 2026

image

JAKARTA - Ekspor minyak mentah Kanada ke Asia diperkirakan meningkat signifikan dalam beberapa tahun mendatang. Sekitar 70% ekspor minyak Kanada berpotensi menuju pasar Asia setelah kapasitas pipa Trans Mountain bertambah hingga akhir 2028.

Mark Maki, Chief Executive Officer Trans Mountain, mengatakan peningkatan kapasitas tersebut akan membuka ruang bagi Kanada untuk meningkatkan pengiriman minyak ke Asia. Saat ini, sekitar dua pertiga kapal yang berangkat dari terminal Trans Mountain membawa minyak menuju Asia.

"Sekitar dua pertiga kapal yang meninggalkan dermaga menuju ke Asia, dan seiring dengan ekspansi kami, saya memperkirakan sebagian besar dari ekspansi tersebut akan diarahkan ke Asia," kata Maki kepada Reuters di sela-sela pertemuan industri APPEC di Singapura.

Peningkatan permintaan dari Asia terjadi di tengah gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah akibat perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.

Pipa Trans Mountain yang menghubungkan Alberta dengan pesisir barat British Columbia memiliki kapasitas 890.000 barel per hari (bph).

Pipa tersebut mencapai kapasitas penuh untuk pertama kalinya pada Juni 2026.

Trans Mountain akan menambah kapasitas angkut sebesar 90.000 bph pada kuartal IV-2026. Tambahan kapasitas sebesar 210.000 bph berikutnya ditargetkan terealisasi hingga akhir 2028.

Dengan tambahan tersebut, Kanada memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan ekspor minyak ke pasar Asia sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasar Amerika Utara.

Produksi minyak Kanada juga terus meningkat. Regulator energi Kanada memperkirakan produksi minyak pada 2026 akan melampaui rekor 2025 sebesar 5,3 juta bph.

China Jadi Pembeli Terbesar

China diperkirakan tetap menjadi konsumen utama minyak Kanada. Maki mengatakan minyak berat Kanada memiliki karakteristik yang sesuai untuk digunakan sebagai bahan baku industri petrokimia.

Selain China, Kanada berpeluang memperluas pasar ke sejumlah negara Asia lainnya. Thailand diperkirakan menjadi salah satu pembeli baru, sementara India, Jepang, Korea Selatan, dan Vietnam berpotensi meningkatkan pembelian minyak Kanada.

Kanada juga telah mengumumkan rencana pembangunan pipa minyak baru dari Alberta menuju pesisir Pasifik pada Juli 2026. Infrastruktur tersebut akan memberikan tambahan kapasitas bagi Kanada untuk mengirim minyak ke pasar Asia.

Bagi Kanada, peningkatan akses ke Asia menjadi peluang untuk memperluas pasar ekspor di tengah perubahan pola perdagangan energi global. Sementara bagi negara-negara Asia, minyak Kanada menjadi salah satu alternatif pasokan di tengah ketidakpastian pasokan dari Timur Tengah.(DH)