Robert Kiyosaki bertaruh emas-bitcoin aset masa depan meski harga jatuh
Selasa, 18 November 2025

JAKARTA – Penulis seri buku ekonomi asal Amerika Serikat (AS) Robert Kiyosaki yakin posisi emas dan bitcoin tetap bertahan sebagai aset masa depan, meskipun harga dari kedua aset ini semakin menjauh dari level tertingginya.
Menurut data yang dihimpun IDNFinancials.com, harga bitcoin telah merosot lebih dari 27% dari posisi All Time High (ATH) di US$124.373 yang dicapai pada 6 Oktober 2025 lalu. Namun hingga pukul 11.28 WIB hari ini, harga aset digital ini berada di US$89.799.
Sementara harga emas telah turun 7,76% dari level ATH pada 20 Oktober 2025 lalu yang mencapai US$4.355 per troi ons. Saat ini, harga emas berada di level US$4.017 per troi ons.
Dalam paparan yang disampaikan pekan lalu, Kiyosaki mengklaim sistem keuangan Amerika Serikat—negara dengan ekonomi terbesar dunia, menuju kehancuran. Hal ini diperburuk dengan posisi utang AS terhadap PDB, yang semakin membengkak.
“Amerika sekarang telah memasuki kebangkrutan,” ungkap Kiyosaki, serta menegaskan posisinya sebagai kubu yang tidak percaya terhadap The Fed hingga Wall Street.
Situasi itu, kata Kiyosaki, menjadikan aset seperti emas dan bitcoin layak dikoleksi. “Menurut saya, aset-aset ini adalah masa depan.”
Kiyosaki mengakui bahwa saat ini harga emas dan bitcoin memang menghadapi tekanan. Namun dalam keterangan terpisah di akun X pribadinya, ia mengaku akan membeli lebih banyak bitcoin.
“Saya akan beli lebih banyak bitcoin saat kejatuhan pasar berakhir,” ungkapnya.
Sebagai catatan, Kiyosaki pernah memprediksi harga bitcoin akan menyentuh US$100.000 pada Oktober 2023. Pada saat yang sama, ia juga menargetkan harga emas akan melampaui US$2.110 dan berlanjut ke US$3.700 per troi ons.
Adapun saat ini, Kiyosaki menargetkan harga emas bakal mencapai US$27.000 per troi ons dan bitcoin di US$250.000 pada 2026. (KR)