BEI buka suspensi saham delapan emiten ini besok

Senin, 05 Januari 2026

image

JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan membuka suspensi perdagangan saham delapan emiten mulai sesi I, Selasa (6/1). Hal itu disampaikan Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI dalam keterbukaan informasi dikutip Senin (5/1).

“Dengan ini diumumkan bahwa suspensi di pasar reguler dan pasar tunai dibuka kembali mulai sesi I,” katanya.

Sejumlah saham emiten tersebut antara lain,

  • PT Esta Multi Usaha Tbk (ESTA)
  • PT Djasa Ubersakti Tbk (PTDU)
  • PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI)
  • PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI)
  • PT Soechi Lines Tbk (SOCI)
  • PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO)
  • PT Intraco Penta Tbk (INTA)
  • PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD)

Suspensi perdagangan saham sejumlah emiten tersebut berlangsung dalam periode yang berbeda dan disebakan kenaikan harga secara akumulasi yang signifikan.

Harga saham ESTA naik Rp80 menjadi Rp404 per lembar pada penutupan transaksi (17/12) sebelum disupensi mulai (18/1). Volume saham dipejualbelikan 29,90 juta dalam 3.600 kali transaksi senilai Rp11,98 miliar.

Saham PTDU ditutup menguat Rp10 menjadi Rp113 pada (12/12). Jumlah saham diperjualbelikan 11,07 juta lembar dalam 370 kali transaksi senilai Rp1,21 miliar.

Harga saham HUMI terkerek Rp64 menjadi Rp322 pada penutupan transaksi (2/1). Volume perdagangan 1,96 miliar dalam 134.852 kali transaksi senilai Rp589,21 miliar.

Saham CANI naik Rp10 menjadi Rp116 pada penutupan perdagangan (15/12), sehari sebelum suspensi (16/1). Jumlah saham diperdagangkan 154.400 lembar dalam 42 kali transaksi senilai Rp17,91 juta. 

Sementara itu, saham SOCI ditutup menguat Rp82 menjadi Rp580 per saham (2/1). Volume perdagangan 137,86 juta dalam 14.662 kali senilai Rp76,89 miliar.

Harga saham YELO terkerek Rp22 menjadi Rp150 pada penutupan transaksi Jumat (5/12). Jumlah saham diperjualbelikan 1,18 miliar dalam 63,443 kali transaksi senilai Rp186,28 miliar.

Saham INTA menguat Rp10 menjadi Rp115 pada penutupan transaksi (11/12). Volume saham sebanyak 50,57 juta dalam 988 kali transaksi senilai Rp5,81 miliar.

Saham LEAD terkerek Rp52 menjadi Rp206 per saham pada penutupan transaksi (2/1). Volume perdagangan 976,66 juta lembar dalam 48.890 kali senilai Rp185,19 miliar. (LK)