Dampak serangan AS ke Venezuela terbatas, IHSG bidik 9.000
Selasa, 06 Januari 2026

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (6/1), setelah mencetak level tertinggi baru di awal pekan ini.
Pada perdagangan Senin (5/1), IHSG menguat 1,27% ke level 8.859,19. Seperti disampaikan IDNFinancials.com sebelumnya, saham-saham yang terkait dengan komoditas dan asuransi kompak mencatat penguatan.
Saham komoditas menguat seiring kenaikan harga di pasar global. Sementara saham-saham dari industri asuransi menguat di tengah sentimen batas pemenuhan ketentuan modal minimum, yang akan berlaku pada tahun ini.
Analis Phintraco Sekuritas menilai dampak serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela terhadap pasar keuangan global relatif terbatas. “Serangan AS terhadap Venezuela tidak terlalu direspons negatif oleh pasar, namun mendorong kenaikan harga mayoritas komoditas logam,” jelas analis Phintraco, dalam riset yang disampaikan hari ini.
Dari pasar global, mayoritas indeks saham di Asia ditutup menguat, sejalan dengan kinerja indeks Wall Street.
Penguatan indeks saham di pasar global, kata analis Phintraco, terjadi meskipun ketegangan geopolitik meningkat imbas serangan AS ke Venezuela.
“Karena investor menilai serangan tersebut tidak akan mengakibatkan konflik geopolitik yang lebih besar yang dapat mengganggu pasar,” imbuhnya.
Sementara secara teknikal, Phintraco mencatat indikator MACD pada IHSG telah membentuk golden cross, didukung penguatan stochastic RSI di area pivot dan peningkatan volume beli.
“IHSG diperkirakan berpeluang menguji resistance di level 8.900 sebelum menuju level psikologis 9.000, dengan support terdekat di 8.700 dan pivot di 8.800,” ungkap analis Phintraco.
Dari sisi makroekonomi, investor juga akan mencermati pergerakan nilai tukar rupiah yang melemah di level Rp16.740/US$ di pasar spot pada perdagangan Senin. (KR)