NINE bakal akuisisi aset tambang di Mongolia

Selasa, 06 Januari 2026

image

JAKARTA - PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) akan mengakuisisi sejumlah aset pertambangan senilai US$150 juta di Mongolia.

Nuzwan Gufron, Direktur Utama NINE menyampaikan pihaknya telah menandatangani opsi pembelian aset tambang milik Poh Golden Resources Pte Ltd (PGGR) di Mongolia. “PGGR merupakan bagian dari Poh Group yang dikendalikan Poh Kay Ping, pemilik atas dua konsesi tambang di Mongolia,” katanya dalam keterbukaan informasi dikutip Selasa (6/1).

Menurut dia, meski nilai aset itu mencapai US$150 juta, namun nilai riil transaksi akan ditentukan setelah ada hasil penilaian dari dua lembaga penilai di Indonesia dan Australia. Opsi pembelian itu akan berlaku sembilan bulan ke depan sejak ditandatangani pada 28 Desember 2025.

Antara PGGR dan NINE terafiliasi karena kesamaan pemilik saham yakni, Poh Kay Ping.

Di sisi lain, Gufron menyampaikan PGGR telah menandatangani nota perjanjian kerja sama pertambangan dengan salah satu kontraktor skala besar di Mongolia. Kontraktor tersebut, katanya, ingin berinvestasi lebih dari US$100 juta guna menerapkan operasi pertambangan pada sejumlah aset PGGR atau NINE dengan kapasitas produksi tahunan mencapai 20 juta ton. (LK)

 

 

 

 

 

Attachment.png