Hanya 33% warga AS setujui serangan militer ke Venezuela
Selasa, 06 Januari 2026

WASHINGTON – Hanya satu dari tiga warga Amerika Serikat yang menyetujui serangan militer AS ke Venezuela yang menggulingkan presiden negara tersebut.Sebanyak 72% responden justru khawatir Amerika Serikat akan terlalu jauh terlibat dalam urusan Venezuela, menurut jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dirilis Senin (5/1) lalu.Seperti dikutip reuters.com, survei dua hari itu menunjukkan dukungan kuat datang dari Partai Republik. Sekitar 65% pemilih Republik menyatakan mendukung operasi militer yang diperintahkan Presiden Donald Trump, dibandingkan hanya 11% dari Partai Demokrat dan 23% pemilih independen.Pasukan AS melancarkan operasi mendadak ke Caracas sebelum fajar pada Sabtu lalu. Dalam operasi tersebut, Presiden Venezuela Nicolás Maduro ditangkap dan diserahkan kepada otoritas federal AS untuk diproses hukum atas tuduhan terkait perdagangan narkoba.Jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dilakukan pada Minggu dan Senin juga mencerminkan dukungan signifikan di kalangan pemilih Republik terhadap kebijakan luar negeri yang lebih agresif di kawasan sekitar AS.Sebanyak 43% responden Republik menyatakan setuju dengan pernyataan bahwa Amerika Serikat seharusnya memiliki kebijakan untuk mendominasi urusan di Belahan Barat, sementara 19% menyatakan tidak setuju.
Sisanya menyatakan ragu atau tidak menjawab. Survei tersebut melibatkan 1.248 responden dewasa di seluruh AS dan dilakukan secara daring.Jajak pendapat ini memiliki margin of error sekitar 3 poin persentase.Dalam survei yang sama, tingkat persetujuan publik terhadap kinerja Presiden Trump tercatat sebesar 42%, tertinggi sejak Oktober dan naik dari 39% pada jajak pendapat Desember lalu. (DK)