Berkshire beli Alphabet, manuver Tim Buffett dongkrak saham Google

Selasa, 18 November 2025

image

JAKARTA - Saham Alphabet menguat lebih dari 3% pada perdagangan Senin setelah Berkshire Hathaway mengungkap kepemilikan baru senilai US$4,3 miliar di induk Google.

Dikuti cnbc.com (18/11), masuknya perusahaan investasi Warren Buffett ini menjadi salah satu langkah paling agresif konglomerat tersebut di sektor teknologi dalam beberapa tahun terakhir.

Laporan 13F menunjukkan Alphabet kini menjadi posisi saham terbesar ke-10 di portofolio Berkshire, sebuah kejutan bagi para pengamat Buffett yang selama ini melihat sang investor legendaris berhati-hati terhadap saham teknologi berorientasi pertumbuhan.

Buffett selama ini mengategorikan Apple kepemilikan saham terbesar Berkshire sebagai perusahaan produk konsumen, bukan teknologi.

Namun pelaku pasar menilai pembelian Alphabet kemungkinan merupakan keputusan dua manajer investasi Buffett, Todd Combs dan Ted Weschler.

Keduanya semakin dominan mengelola portofolio saham Berkshire senilai US$300 miliar dan pernah mengambil inisiatif yang lebih condong ke teknologi, termasuk investasi Amazon pada 2019. Meski demikian, besarnya ukuran pembelian Alphabet menunjukkan langkah ini tetap mendapatkan restu Buffett yang akan mundur sebagai CEO pada akhir tahun.

Kinerja Alphabet yang melesat 46% sepanjang tahun menjadi salah satu alasan daya tarik saham tersebut. Investor menilai dorongan agresif perusahaan pada kecerdasan buatan serta lonjakan profitabilitas Google Cloud menjadi katalis utama pertumbuhan kinerja.

Penguatan posisi Alphabet di portofolio Berkshire juga dinilai mencerminkan perubahan generasi kepemimpinan. Greg Abel, tangan kanan Buffett, akan mengambil alih posisi CEO pada Januari mendatang, sementara Buffett tetap menjabat sebagai Ketua Dewan.

“Mungkin pembelian Alphabet menandakan pelebaran lingkaran kompetensi dalam bidang teknologi,” kata Bill Stone, CIO Glenview Trust Company.

Meski reli kuat, valuasi Alphabet masih lebih rendah dibanding raksasa AI lainnya. Sahamnya diperdagangkan 26,9 kali laba tahun depan, lebih murah dibanding Microsoft, Broadcom, dan Nvidia. Diskon valuasi, dominasi pasar, serta arus kas yang masif dinilai menjadi daya tarik utama bagi Berkshire.

Dalam catatannya, Angelo Zino dari CFRA menyebut, “Kami berpikir Berkshire kemungkinan merasa lebih nyaman berinvestasi di GOOG karena potensi arus kas bebas yang tinggi dari bisnis intinya dipadukan dengan valuasi menarik sekitar 22x EPS 2027." (DH)