Tether dan Fasanara luncurkan dana kredit privat US$400 juta
Kamis, 10 September 2026
JAKARTA – Tether, perusahaan terbesar di industri aset digital, dan Fasanara Capital, manajer aset spesialis kredit privat berbasis teknologi, meluncurkan StableFund, dana kredit privat dengan modal awal US$400 juta yang menargetkan tambahan investasi institusional hingga US$3 miliar.
Berdasarkan pengumuman Tether pada Rabu (9/9), US$400 juta tersebut berasal dari investasi bersama kedua sponsor untuk StableFund. Dana ini berstruktur evergreen, yakni tanpa batas waktu jatuh tempo tetap sehingga dapat terus menghimpun dan menyalurkan modal.
StableFund akan disalurkan melalui jaringan pemberi pinjaman teknologi finansial milik Fasanara yang beroperasi di lebih dari 60 negara.
Investasinya akan berfokus pada kredit jangka pendek berbasis aset untuk usaha kecil dan menengah serta konsumen.
Fasanara bertindak sebagai manajer investasi yang memilih dan mengelola portofolio kredit, sedangkan Tether mencari peluang pembiayaan terkait USDT sekaligus menyediakan infrastruktur stablecoin untuk settlement dana.
Infrastruktur ini mencakup jalur konversi antara mata uang tradisional dan stablecoin agar modal dapat dipindahkan lintas negara.
Dikutip dari CoinDesk, StableFund menargetkan penghimpunan modal hingga US$3 miliar dari investor institusional eksternal.
Dana tersebut akan menggunakan USDT sebagai bagian dari infrastruktur pemindahan modal kepada pemberi pinjaman di berbagai negara, namun ini tidak berarti seluruh pinjaman yang diberikan akan berbentuk stablecoin.
Tether berperan dalam penyediaan infrastruktur pembayaran dan pencarian peluang pembiayaan, sedangkan keputusan investasi sepenuhnya berada pada Fasanara.
CEO Tether, Paolo Ardoino, mengatakan perusahaan akan menggunakan jaringan origination yang dimilikinya sebagai jalur untuk menyalurkan modal ke bisnis dan komunitas yang membutuhkan.
“Bersama Fasanara, kami mengubah jaringan origination Tether menjadi jalur langsung bagi modal untuk mengalir ke bisnis dan komunitas yang paling membutuhkannya,” kata Ardoino, dalam pernyataan resmi Tether pada Rabu (9/9).
Sementara itu, CEO Fasanara Capital, Francesco Filia, mengatakan struktur tersebut ditujukan meningkatkan efisiensi penyaluran modal.
“Bersama-sama, kami meningkatkan cara modal disalurkan ke pasar kredit riil dan memungkinkan arus kredit lintas negara yang lebih efisien,” kata Filia.
Financial Times turut melaporkan peluncuran tersebut sebagai langkah Tether memperluas bisnisnya dari penerbitan stablecoin ke pasar kredit privat.
Menurut Tether, pasar kredit privat global saat ini bernilai sekitar US$3 triliun dan diproyeksikan mencapai US$5 triliun pada 2029.
Perusahaan juga menyebut kesenjangan pembiayaan global untuk usaha kecil dan menengah diperkirakan mencapai US$5,7 triliun, yang menjadi dasar pasar yang dibidik StableFund.
Fasanara sendiri memiliki portofolio yang mencakup pinjaman usaha kecil dan menengah, kredit konsumen, piutang perdagangan, serta pembiayaan rantai pasok.
Tether dikenal sebagai penerbit USDT, stablecoin yang dirancang mempertahankan nilai terhadap dolar.
Dalam struktur StableFund, perusahaan memperluas perannya dari penerbit stablecoin menjadi penyedia infrastruktur settlement dan pencari peluang pembiayaan untuk pasar kredit privat.
Terkait:1. Stablecoin bidik institusi, infrastruktur bank jadi kunci2. Visa: Stablecoin akan ubah pasar kredit US$40 triliun