Amerika galang perdamaian Rusia-Ukraina, apa respons Kremlin?

Kamis, 10 September 2026

image

MOSKOW — Rusia berharap perundingan damai dengan Ukraina yang dimediasi Amerika Serikat (AS) dapat kembali dilanjutkan dalam waktu dekat. Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Rabu (9/9).

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan bahwa penyusunan peta jalan untuk memulai kembali perundingan dan mencari solusi yang dapat diterima kedua pihak masih memungkinkan.

Seperti dikutip Reuters, perundingan antara Rusia dan Ukraina tidak lagi berlangsung sejak Februari.

Namun, Presiden AS Donald Trump mengirimkan tim negosiator ke Moskow dan Kyiv pada akhir pekan lalu dalam upaya menghidupkan kembali proses perdamaian yang sempat terhenti.

Peskov mengatakan Moskow tidak akan membahas secara terbuka rincian mengenai kemungkinan kesepakatan damai.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa Rusia memiliki kemauan politik untuk kembali ke meja perundingan.

“Kami berharap perundingan ini dapat dilanjutkan dalam waktu yang tidak terlalu lama dan kami tetap berkomunikasi dengan mitra kami di Amerika,” ujar Peskov.

Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan pembicaraan melalui telepon.

Meski terdapat upaya untuk menghidupkan kembali perundingan, kesenjangan posisi antara Rusia dan Ukraina masih lebar.

Kyiv tetap menolak tuntutan Moskow agar menyerahkan wilayah tambahan sebagai bagian dari penyelesaian konflik yang telah berlangsung sekitar empat setengah tahun.

Selain pembicaraan mengenai perdamaian, Peskov mengatakan pertukaran tahanan antara Rusia dan AS juga terus menjadi salah satu agenda yang dibahas kedua negara, termasuk dalam komunikasi antara Trump dan Putin.

Peskov menyebut Rusia telah membebaskan seorang warga negara AS, Robert Gilman, atas permintaan Trump pada bulan lalu.

Rusia dan AS sebelumnya telah melakukan beberapa kali pertukaran tahanan dalam beberapa tahun terakhir.

Pertukaran terbesar berlangsung pada Agustus 2024, ketika Rusia menerima kembali delapan tahanan yang ditahan di negara-negara Barat, termasuk seorang anggota dinas keamanan FSB yang telah divonis bersalah atas pembunuhan di Jerman.

Sebagai imbalannya, 16 orang dibebaskan dari penjara di Rusia dan Belarus.

Mereka yang dibebaskan Rusia termasuk sejumlah tokoh oposisi Rusia serta tiga warga negara AS, salah satunya wartawan Wall Street Journal, Evan Gershkovich. (DK)