TINS dongkrak produksi 75%, harga timah diproyeksi tetap kuat

Jumat, 11 September 2026

image

JAKARTA - PT Timah Tbk (Persero) (TINS) mencatat pertumbuhan kinerja operasional hingga semester I 2026, ditopang kenaikan produksi, penjualan, dan harga jual timah. Perseroan melihat prospek harga timah global tetap kuat hingga akhir tahun.

Direktur Operasional TINS, Ilhamsyah Mahendra, mengatakan konsumsi timah global hingga Juni 2026 mencapai 179.000 ton, lebih tinggi dibandingkan produksi global sekitar 173.000 ton. Kondisi tersebut menciptakan defisit sekitar 3%.

“Dengan masih adanya defisit antara konsumsi dan produksi, kami memperkirakan harga timah akan tetap kuat di level US$47.000-55.000 per ton,” kata Ilhamsyah dalam Public Expose Live 2026.

Dari sisi operasional, produksi bijih timah TINS mencapai 12.232 ton hingga Juni 2026, tumbuh 75% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Produksi logam timah naik 58% menjadi 10.865 ton, sedangkan penjualan melonjak 85% menjadi 10.984 ton.

Kinerja tersebut turut ditopang kenaikan harga jual rata-rata.  Harga jual logam timah TINS mencapai US$49.794 per ton hingga Juni 2026, naik 52% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, cash cost meningkat 11% menjadi US$22.435 per ton. Direktur Keuangan TINS Fina Eliani mengatakan kenaikan terutama dipengaruhi harga BBM dan royalti. Meski demikian, efisiensi pada produksi bijih dan peleburan tetap terjaga.

Pasar ekspor masih mendominasi penjualan TINS dengan kontribusi 97%, sementara domestik 3%. Asia menjadi pasar terbesar dengan porsi 75%, disusul Eropa 19% dan Amerika 3%. Dengan defisit pasokan global dan permintaan yang terus tumbuh, TINS melihat prospek pasar timah tetap positif hingga akhir 2026.(DH)