Maduro bersikeras tidak bersalah, Pengadilan AS sodorkan empat dakwaan

Selasa, 06 Januari 2026

image

JAKARTA – Nicolas Maduro, Presiden Venezuela yang diculik dalam operasi militer Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan lalu (3/1) waktu setempat, bersikeras tidak bersalah di persidangan kemarin (5/1).

Mengutip The Straits Times pada Selasa (6/1), Maduro menyatakan bahwa dirinya masih pemimpin sah Venezuela saat menghadapi tuduhan di pengadilan dengan ancaman penjara seumur hidup.

“Saya tidak bersalah. Saya tidak bersalah. Saya orang baik-baik. Saya masih presiden negara saya,” kata Maduro melalui seorang penerjemah, suaranya meninggi sebelum Hakim Alvin Hellerstein memotong pembicaraannya.

Maduro menghadapi empat dakwaan pidana federal AS antara lain, konspirasi narkoba-terorisme, konspirasi impor kokain, serta kepemilikan senapan mesin dan perangkat perusak.

Setiap dakwaan itu berpotensi menggiringya pada hukuman maksimal penjara seumur hidup.

Pengacaranya, Barry Pollack, mengatakan kepada Hellerstein bahwa ia memperkirakan akan ada proses pengadilan yang ekstensif mengenai legalitas penculikan militer terhadap Maduro.

Sejalan dengan itu, Cilia Flores, istri Nicolas Maduro juga mengaku tidak bersalah. Flores menghadapi dakwaan yang sama, kecuali dakwaan terkait narkotika terorisme. Sidang berikutnya dijadwalkan pada 17 Maret 2026.

Pemerintah AS menuduh Maduro sebagai diktator, sejak menang dalam Pemilu 2018 yang dinilai berlangsung curang. Penangkapan Maduro dilakukan melalui operasi militer pasukan Delta Force AS selama 2.30 jam pada waktu setempat. (LK)