Delcy Rodríguez: Rakyat Venezuela butuh dialog, bukan perang
Selasa, 06 Januari 2026

WASHINGTON - Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, mengajak pemerintah Amerika Serikat untuk membuka kerja sama melalui sebuah agenda kolaboratif.Ajakan itu disampaikan dalam pernyataan di media sosial dengan nada damai, menyusul penangkapan Presiden Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat.Rodríguez menegaskan bahwa Venezuela ingin hidup tanpa ancaman dari pihak luar dan berkomitmen membangun hubungan yang seimbang serta saling menghormati dengan Washington.Seperti dikutip reuters.com, Senin (5/1), menurutnya, perdamaian global hanya dapat terwujud jika setiap negara mampu menjaga perdamaian di dalam negerinya sendiri.Dalam pernyataannya, Venezuela menyatakan komitmen terhadap prinsip hidup berdampingan secara damai, kerja sama internasional, serta penghormatan terhadap kedaulatan dan non-intervensi.Prinsip-prinsip tersebut, kata Rodríguez, menjadi dasar diplomasi Venezuela dengan negara-negara lain.Ia juga menekankan pentingnya membangun hubungan yang setara dan penuh rasa hormat antara Venezuela dan Amerika Serikat, serta dengan negara-negara di kawasan.Hubungan itu, menurutnya, harus didasarkan pada kesetaraan kedaulatan dan penghormatan terhadap hukum internasional.Rodríguez secara terbuka mengundang pemerintah AS untuk bekerja sama dalam agenda pembangunan bersama yang berorientasi pada kesejahteraan dan koeksistensi jangka panjang di tengah masyarakat internasional.Dalam pernyataan tersebut, ia menyampaikan pesan langsung kepada Presiden Donald Trump, dengan menegaskan bahwa rakyat Venezuela dan kawasan Amerika Latin membutuhkan perdamaian dan dialog, bukan perang.Ia menyebut pesan tersebut sejalan dengan sikap yang selama ini disampaikan Nicolás Maduro.“Venezuela berhak atas perdamaian, pembangunan, kedaulatan, dan masa depan,” ujar Rodríguez dalam pernyataan yang ditandatangani atas namanya sebagai Presiden sementara Republik Bolivarian Venezuela.
Sebelumnya, penangkapan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan Amerika Serikat, yang dipuji Presiden Donald Trump sebagai langkah yang mengejutkan dan kuat, meninggalkan ketidakpastian tentang siapa yang sebenarnya menjalankan negara kaya minyak tersebut saat ini.
Trump mengatakan pada hari Sabtu bahwa Wakil Presiden Delcy Rodriguez, bagian dari kelompok elite berkuasa di puncak pemerintahan Venezuela, telah dilantik setelah penangkapan Maduro dan bahwa ia telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.
Seperti dikutip dari Reuters, Minggu (4/1), pernyataan itu memicu spekulasi bahwa Rodriguez akan mengambil alih kendali pemerintahan.
Berdasarkan konstitusi Venezuela, Rodriguez menjadi presiden sementara selama Maduro tidak hadir, dan Mahkamah Agung negara itu memerintahkannya untuk menjalankan peran tersebut pada Sabtu malam. (DK)