Morgan Stanley lepas 829 juta lembar GOTO, sisakan 5,51% saham

Sabtu, 12 September 2026

image

JAKARTA – Daftar perubahan kepemilikan saham di atas 5% di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (10/9), menampilkan investor asing Morgan Stanley and Co International Plc yang melepas hingga 829 juta lembar saham emiten teknologi PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Dari 5,58%, porsi saham investor yang berbasis di Inggris ini turun menjadi 5,51%. 

Selain itu, PT Nextier Datamate Center mengurangi saham di emiten penyedia layanan kecerdasan buatan (AI), PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) sebanyak 35 juta lembar. Pengendali ini pun mengalami penurunan saham dari 66,93% menjadi 65,1%.

Dua investor menjual saham produsen kelapa sawit PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS). 

PT Samuel Sekuritas Indonesia menjual 289,30 juta saham NSSS, sehingga sisa sahamnya menjadi 25,4%. Lalu, PT Nusantara Makmur Lestari melepas 110 ribu lembar NSSS, dengan kepemilikan sekitar 9,46%. 

Saham-saham emiten PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) juga ramai diperdagangkan.

PT Maybank Sekuritas Indonesia menjual 30 ribu lembar ENRG, disusul oleh PT CGS International Sekuritas Indonesia yang menjual 50 ribu lembar. Sisa saham kedua investor masing-masing sekitar 8,49% dan 7,53%.

Namun, PT Shima Global Kapital justru menambah 1 juta lembar ENRG, dengan total kepemilikan 17,55%. 

Selanjutnya, emiten laboratorium kesehatan PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) kini memegang lebih dari 6% saham treasuri setelah melakukan buyback 95.500 lembar saham.

Masih dari sektor kesehatan, PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk (YULE) terus menambah saham di emiten penyedia dan distributor alat kesehatan PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI), dan total saham mencapai 9,95%.

Terakhir, belanja saham dalam volume fantastis tercatat dari PT Sukses Sejati Sejahtera yang memborong 1,67 miliar lembar saham perusahaan kosmetik PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI). Investor ini memperkuat kendalinya dari 59,95% menjadi 84,95%. (KD)

Ingin melihat dengan mudah daftar pemegang saham emiten di atas 1%? Klik di sini.