Denmark ancam bekukan NATO kalau AS kuasai Greenland

Selasa, 06 Januari 2026

image

JAKARTA - Perdana Menteri Mette Frederiksen memperingatkan aliansi militer NATO bakal berhenti bila Presiden Amerika Serikat (AS) menyerang Greenland, milik Denmark. Hal itu disampaikan Frederiksen dalam wawancara dengan televisi Denmark, TV2.

Mengutip The Straits Times pada Selasa (6/1), Frederiksen menanggapi serius atas recana AS yang memiliki Greenland.

"Tetapi saya juga akan memperjelas bahwa jika AS menyerang negara anggota NATO (Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara) lainnya secara militer, maka semuanya akan terhenti, termasuk NATO dan juga keamanan yang telah dibangun sejak akhir Perang Dunia Kedua."

Sejumlah pejabat di Kopenhagen merasa cemas atas desakan Presiden AS mengambil alih kendali Greenland demi alasan keamanan. Hal itu seiring operasi militer AS menangkap Nicolas Maduro, Presiden Venezuela di Caracas akhir pekan lalu (3/1) waktu setempat.

Sebelumnya, Trump mengumumkan recananya mengambilalih kendali  Greenland guna kepentingan keamanan AS. Rencana itu kembali disampaikannya saat berbicara kepada wartawan di atas pesawat Air Force One, kemarin (5/1).

"Kita akan mengurusi Greenland dalam waktu sekitar dua bulan. Mari kita bicarakan Greenland dalam 20 hari lagi," kata Trump.

Frederiksen merespon secara keras kampanye Trump tersebut dan mendesak menghentikan sejumlah ancaman terkait kepemilikan Greenland. Di seluruh Eropa, para pejabat telah menjanjikan dukungan untuk Greenland, yang merupakan bagian dari kerajaan Denmark. (LK)