Risiko profit taking membesar saat IHSG dekati 9.000
Rabu, 07 Januari 2026

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak fluktuatif dan cenderung menguat pada perdagangan Rabu (7/1), setelah naik 0,84% ke level 8.933,61 pada perdagangan kemarin.
Indeks sempat mencetak level intraday tertinggi baru di 8.940, dan dibuka menguat 0,18% pada perdagangan hari ini.
Secara teknikal, analis Phintraco Sekuritas menilai peluang IHSG menguji level psikologis 9.000 masih terbuka, seiring penguatan harga komoditas logam dan kebijakan dalam negeri.
Namun di sisi lain, kata analis Phintraco, risiko koreksi jangka pendek meningkat. “IHSG berpeluang menguji level psikologis di 9.000, namun rentan minor pullback dalam jangka pendek karena profit taking,” kata analis Phintraco dalam catatan yang disampaikan hari ini.
Dari dalam negeri domestik, sentimen pasar mendapat dukungan dari kebijakan pemerintah yang terus memberikan insentif untuk mendorong daya beli masyarakat. Salah satunya melalui pembebasan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 sepanjang 2026 bagi karyawan di sektor padat karya, dengan gaji di bawah Rp10 juta per bulan.
Secara teknikal, analis Phintraco menilai histogram MACD positif berlanjut menguat seiring kenaikan volume beli, sementara stochastic RSI bergerak naik menuju area overbought.
Sementara itu analis CGS International Sekuritas menilai penguatan indeks di Wall Street pada perdagangan Selasa kemarin, serta kenaikan harga komoditas, berpotensi jadi sentimen positif.
“IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan kisaran support 8.830/8.725 dan resist 9.040/9/140. (KR)