Goldman Sachs ubah proyeksi, Fed naikkan bunga September
Senin, 14 September 2026
JAKARTA - Goldman Sachs dan JPMorgan memperkirakan Federal Reserve (The Fed) akan kembali menaikkan suku bunga pada September 2026 setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) menunjukkan tekanan harga yang lebih kuat dari perkiraan.
Perubahan proyeksi tersebut terjadi setelah data pekan lalu menunjukkan harga konsumen dan produsen AS naik lebih tinggi dari ekspektasi pada Agustus. Kenaikan harga minyak hingga menembus US$100 per barel akibat konflik di Timur Tengah turut memperbesar risiko inflasi.
Seperti dikutip Reuters, dalam catatan pada Jumat, Goldman Sachs mengubah proyeksinya dari sebelumnya memperkirakan The Fed mempertahankan suku bunga. Bank investasi tersebut kini memperkirakan kenaikan 25 basis poin dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 15-16 September.
Sementara itu, J.P. Morgan memperkirakan The Fed menaikkan suku bunga masing-masing 25 basis poin pada September dan Desember.
Perubahan ekspektasi tersebut mencerminkan kekhawatiran bahwa penurunan inflasi menuju target The Fed sebesar 2% dapat kembali terhenti setelah beberapa bulan menunjukkan moderasi.
“Kami pikir FOMC akan enggan memberikan kejutan,” kata ekonom Goldman Sachs David Mericle. J.P. Morgan juga mengambil sikap lebih hawkish setelah merilis data inflasi terbaru.
"Minggu ini ditandai dengan kenaikan imbal hasil obligasi dan harga energi serta pembacaan inflasi yang cukup kuat sehingga kemungkinan besar akan terjadi kenaikan suku bunga pada pertemuan FOMC minggu depan," tulis ekonom J.P. Morgan yang dipimpin Michael Feroli dalam catatannya.
Pasar Naikkan Ekspektasi
Pelaku pasar kini meningkatkan taruhan terhadap kenaikan suku bunga The Fed bulan ini. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar memperkirakan probabilitas kenaikan 25 basis poin mencapai 87%, naik dari sekitar 70% sebelum data inflasi terbaru dirilis.
J.P. Morgan menilai data tersebut menimbulkan keraguan terhadap keberlanjutan tren disinflasi. Bank tersebut juga memperkirakan satu kenaikan suku bunga tambahan tahun ini dan menaikkan estimasi suku bunga kebijakan jangka panjang menjadi 3,25%.
Keputusan The Fed menjadi perhatian utama pekan ini karena bank sentral AS akan mengakhiri pertemuan kebijakan pada Rabu. Investor juga akan mencermati sinyal kebijakan Bank of Japan.
Meski memperkirakan kenaikan suku bunga pada September, Goldman Sachs masih melihat ruang pelonggaran moneter pada 2027. Bank tersebut mempertahankan proyeksi dua kali pemangkasan suku bunga pada tahun depan, tetapi memperkirakan waktunya lebih lambat dari proyeksi sebelumnya.
Goldman Sachs menilai kenaikan yang diperkirakan terjadi pekan ini lebih banyak dipengaruhi oleh perubahan harga di pasar daripada perubahan fundamental inflasi.(DH)