FORU siapkan rights issue Rp27,1 triliun untuk garap tambang batu bara

Senin, 14 September 2026

image

JAKARTA - PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) menyiapkan aksi penambahan modal melalui penerbitan sebanyak-banyaknya 215,10 miliar saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Dengan harga pelaksanaan Rp126 per saham, rights issue tersebut berpotensi menghimpun dana hingga Rp27,10 triliun.

Berdasarkan prospektus terbaru perseroan, setiap pemegang 100 saham lama berhak memperoleh 46.235 HMETD.

Pemegang saham pengendali perseroan, IMR Asia Holding Pte Ltd (IMR AH), akan mengambil 165,22 miliar HMETD dengan skema penyetoran modal selain uang atau inbreng.

Setoran tersebut berupa 49% saham PT Borneo Prima (BP) senilai Rp20,82 triliun, membuat Perseroan menjadi pemegang 49% saham BP.

Rencana inbreng dijadwalkan berlangsung pada awal periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD, yakni 25 September 2026. Transaksi tersebut tidak mengubah pengendalian BP karena IMR AH tetap menjadi pengendali melalui Perseroan.

Manajemen FORU menyebut aksi tersebut sebagai langkah awal Perseroan untuk mulai mengarahkan ekspansi bisnisnya ke sektor pertambangan batu bara metalurgi melalui kepemilikan 49% di BP.

Sementara itu, dana tunai yang diperoleh dari pelaksanaan HMETD oleh pemegang saham publik akan disalurkan sebagai pinjaman kepada BP.

Dana tersebut akan digunakan untuk memenuhi sebagian kebutuhan modal kerja yang berkaitan dengan operasional dan peningkatan produksi pertambangan.

Di sisi lain, rencana pinjaman tersebut bergantung pada partisipasi pemegang saham publik. Jika pemegang saham publik tidak menjalankan seluruh HMETD, sehingga dana tunai tidak tersedia, FORU tidak akan menjalankan rencana pinjaman tersebut.

Perseroan dan BP juga belum menandatangani dokumen terkait pinjaman pada saat prospektus diterbitkan.

Dari sisi struktur kepemilikan, IMR AH saat ini menguasai 76,81% saham FORU. Setelah pelaksanaan PMHMETD I dengan asumsi seluruh HMETD publik tidak dilaksanakan, kepemilikan IMR AH dapat meningkat menjadi 99,94%, sedangkan porsi masyarakat turun menjadi 0,06%.

Perseroan memperingatkan pemegang saham yang tidak menggunakan HMETD akan menghadapi dilusi kepemilikan secara signifikan setelah aksi korporasi tersebut, sekitar 99,78%.

Perdagangan dan pelaksanaan HMETD akan berlangsung pada 25 September hingga 6 Oktober 2026. (DH/ZH)