KOKA dilirik investor China, tunggu restu BEI-OJK

Rabu, 07 Januari 2026

image

JAKARTA - Perusahaan asal China, Ningbo Lixing Enterprise Management Co Ltd (NLEM), berencana mengakuisisi mayoritas saham PT Koka Indonesia Tbk (KOKA).

Manajemen KOKA menegaskan hingga saat ini proses akuisisi masih berlangsung dan belum bersifat final. Akuisisi tersebut diperkirakan tuntas paling lambat awal 2026.

“Saat ini proses akuisisi masih berjalan dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan di Indonesia terutama di bidang pasar modal,” tulis manajemen KOKA dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 5 Januari 2026.

Manajemen menambahkan bahwa KOKA belum memperoleh persetujuan dari BEI maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait perubahan pengendalian perusahaan, hingga akhir Desember 2025.

Dari sisi operasional, emiten yang bergerak di bidang jasa konstruksi ini menyatakan belum memiliki rencana ekspansi dalam waktu dekat. Namun manajemen mengaku bahwa NLEM telah membantu KOKA mendapatkan kontrak baru.

“Pasca proses akuisisi, NLEM dan perusahaan akan bisa lebih bersinergi lagi untuk meningkatkan kinerja termasuk mendapatkan kontrak baru,” imbuh manajemen KOKA.

Lebih lanjut, KOKA menyampaikan bahwa pasca akuisisi, perseroan bersama Ningbo Lixing tengah menyiapkan strategi untuk mengikuti berbagai tender proyek konstruksi di Indonesia, yang dijadwalkan mulai bergulir pada 2026.

Rencana akuisisi KOKA telah diumumkan oleh manajemen sejak 16 September 2025. Setelah akuisisi tuntas, NLEM akan menggelar tender offer sesuai regulasi pasar modal.

Adapun per Mei 2025, pemegang saham terbesar KOKA adalah Gao Jing dengan kepemilikan 42,75%, disusul PT Kreatif Konstruksi Indonesia sebesar 24,75%, Fathi 6,74%, serta Gao Jinfeng sebesar 5,4%.

Seiring rencana akuisisi tersebut, harga saham KOKA mengalami penguatan. Pada perdagangan Selasa (6/1), harga saham KOKA naik 12,31% ke level Rp292 per lembar. Harga sahamnya dalam sebulan terakhir juga telah naik lebih dari 15%. (DH/KR)