Trump jajaki bertahan di Iran dan ambil minyak seperti di Venezuela?
Senin, 14 September 2026
CALIFORNIA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuka kemungkinan negaranya tetap berada di Iran dan mengambil minyak negara tersebut, dengan menyamakan opsi itu dengan kesepakatan AS di Venezuela.
Seperti dikutip Reuters, pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Minggu saat melakukan kunjungan ke Irlandia untuk menghadiri sejumlah pertemuan dan menyaksikan turnamen golf.
"Kami pada akhirnya akan keluar dari Iran, kecuali kami memutuskan untuk bertahan dan mengambil minyak seperti Venezuela," kata Trump.
Trump juga menegaskan dirinya hanya akan menerima kesepakatan yang dianggap tepat bagi AS.
Menurut dia, Washington tidak akan menyetujui kesepakatan yang dinilai merugikan.
Pernyataan Trump merujuk pada kesepakatan AS dengan Venezuela yang diumumkan pada Agustus.
Trump mengatakan pendapatan AS dari Venezuela telah menutupi biaya perang berkali-kali lipat.
Perang Iran Diprediksi Berakhir Tahun Ini
Trump kembali mengatakan perang Iran diperkirakan berakhir tahun ini. Dia bahkan memperkirakan konflik tersebut dapat berakhir setelah pemilu sela AS yang dijadwalkan berlangsung pada November.
Saat menghadiri Irish Open, Trump juga mengatakan harga bensin AS akan "turun seperti batu" setelah perang Iran berakhir.
Konflik di Timur Tengah telah mengguncang pasar minyak global.
Pelaku pasar memperkirakan harga minyak kembali naik pada Senin setelah terjadi serangan terhadap pipa minyak Arab Saudi.
Trump juga mengklaim Iran terus menghubungi AS untuk membahas perdamaian. Namun, pernyataan tersebut sebelumnya telah dibantah oleh Teheran.
Di tengah ketidakpastian mengenai arah konflik, Trump mengisyaratkan bahwa AS tidak hanya memiliki opsi untuk mengakhiri keterlibatannya di Iran, tetapi juga dapat mempertahankan kehadiran di negara tersebut jika hal itu memberikan keuntungan bagi Washington, khususnya dari sektor minyak. (DK)