UANG siapkan 3 strategi untuk penuhi ketentuan minimum free float

Senin, 14 September 2026

image

JAKARTA - Emiten properti milik Happy Hapsoro, PT Pakuan Tbk (UANG) menyiapkan tiga strategi untuk memenuhi ketentuan minimum porsi saham publik (free float) yang ditetapkan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan keterbukaan informasi Perseroan, Senin (14/9), Sekretaris Perusahaan UANG, Asa Nisi Siahaan mengungkapkan dua kendala utama dalam memenuhi ketentuan tersebut.

Pertama, likuiditas perdagangan saham Perseroan di pasar sekunder masih terbatas. Rata-rata nilai transaksi harian saham Pakuan saat ini berada di kisaran Rp5,36 miliar.

Dengan kondisi tersebut, pelepasan saham dalam jumlah signifikan berpotensi menekan harga saham dan merugikan pemegang saham publik.

Kendala kedua berkaitan dengan saham dalam bentuk warkat. Sebanyak 29,034 juta saham atau setara 2,40% kepemilikan masih berbentuk warkat dan dimiliki pihak nonafiliasi sehingga belum dapat diperhitungkan sebagai free float.

Konversi saham warkat menjadi saham tanpa warkat (scripless) hanya dapat dilakukan atas inisiatif pemegang saham. Perseroan menyebut sebagian besar pemegang saham perorangan tidak lagi dapat dihubungi melalui alamat yang tercatat di Biro Administrasi Efek (BAE).

Sementara itu, konversi saham warkat milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PT Jakarta Tourisindo membutuhkan waktu karena harus mengikuti ketentuan pengelolaan barang milik daerah.

Untuk mengatasi kendala tersebut, sambung Asa, Pakuan menyiapkan tiga langkah pemenuhan free float.

Pertama, melakukan konversi saham warkat. Bersama BAE, Perseroan akan kembali menghubungi para pemegang saham warkat melalui surat tercatat dan pengumuman publik. Perseroan juga akan berkoordinasi langsung dengan Pemprov DKI Jakarta dan PT Jakarta Tourisindo.

“Langkah ini bersifat pendukung dengan potensi tambahan maksimum sekitar 2,40%,” ujarnya.

Kedua, menambah likuiditas perdagangan saham. Pemegang saham pengendali berencana melepas sebagian kepemilikan sahamnya untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham Pakuan di pasar sekunder.

Ketiga, mengkaji struktur aksi korporasi. Perseroan tengah mengkaji sejumlah opsi penambahan modal, termasuk Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dengan pembeli siaga nonafiliasi, private placement kepada investor institusi nonafiliasi, serta pelepasan saham utama.

"Setiap aksi korporasi yang telah definitif akan diumumkan melalui keterbukaan informasi sesuai ketentuan yang berlaku," katanya dalam keterangan tersebut.

Dalam proses pemenuhan free float, Perseroan juga mengharapkan dukungan dari BEI dan lembaga terkait.

Sejumlah hal yang diminta antara lain penegasan kategori kapitalisasi pasar dan batas waktu pemenuhan, konfirmasi perhitungan free float per 30 Juni 2026, serta fasilitasi pencarian dan konversi saham warkat bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan BAE.

Pakuan juga berharap BEI dapat memfasilitasi komunikasi dengan Pemprov DKI Jakarta untuk mempercepat proses konversi saham warkat milik daerah.

Selain itu, Perseroan mengharapkan adanya ruang konsultasi dengan otoritas sebelum struktur aksi korporasi ditetapkan secara final.

Pada perdagangan hari ini, Senin (14/9), harga saham UANG turun 6,86% ke level Rp3.530 per lembar.

Namun, dalam sebulan terakhir saham UANG melonjak 46,47% dan merosot hingga 22,25% sejak awal 2026. (DK)