Gubernur BOJ Kazuo Ueda: Suku bunga akan terus naik
Rabu, 07 Januari 2026

JAKARTA - Gubernur Bank of Japan (BOJ) Kazuo Ueda menegaskan bank sentral akan terus menaikkan suku bunga apabila perkembangan ekonomi dan inflasi berjalan sesuai dengan proyeksi.Pernyataan itu disampaikan Ueda pada Senin (5/1) dalam pidatonya di hadapan asosiasi perbankan Jepang.Ueda menyebut perekonomian Jepang tetap mencatat pemulihan moderat sepanjang tahun lalu, meski laba perusahaan tertekan akibat kenaikan tarif impor Amerika Serikat.Seperti dikutip reuters.com, Ia menilai upah dan harga sangat mungkin meningkat secara bersamaan dalam skala moderat.Menurut Ueda, penyesuaian tingkat dukungan moneter diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.BOJ sendiri baru-baru ini menaikkan suku bunga acuannya menjadi 0,75% dari sebelumnya 0,5%, level tertinggi dalam 30 tahun terakhir.Langkah ini menjadi tonggak penting dalam mengakhiri kebijakan moneter ultra-longgar dan era biaya pinjaman mendekati nol.Meski demikian, biaya pinjaman riil di Jepang masih berada di wilayah negatif karena inflasi konsumen telah melampaui target BOJ sebesar 2% selama hampir empat tahun.Pelaku pasar kini menantikan laporan proyeksi triwulanan BOJ yang akan dirilis dalam rapat kebijakan pada 22–23 Januari, untuk melihat bagaimana bank sentral menilai dampak inflasi akibat pelemahan yen.Melemahnya yen telah mendorong kenaikan biaya impor dan inflasi secara lebih luas, sehingga memicu sebagian anggota dewan BOJ menyerukan kenaikan suku bunga lanjutan secara bertahap.Pada perdagangan Senin, dolar AS menguat 0,2% ke level 157,08 yen, setelah sempat menyentuh 157,255 yen, tertinggi sejak 22 Desember.Ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga BOJ juga mendorong imbal hasil obligasi pemerintah Jepang, dengan yield obligasi tenor 10 tahun sempat mencapai 2,125%, tertinggi dalam 27 tahun.Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama mengatakan Jepang berada pada fase krusial dalam transisi menuju ekonomi berbasis pertumbuhan, setelah lama terjebak dalam deflasi. (DK)