Ekuitas negatif, INAF akan lanjutkan langkah ini

Rabu, 07 Januari 2026

image

JAKARTA – PT Indofarma Tbk (INAF) melanjutkan sejumlah program restrukturisasi kinerja guna menjaga kerberlangsungan usaha. Hal itu disampaikan Sahat Sihombing, Direktur Utama INAF dalam keterbukaan  informasi dikutip Rabu (7/1).

Menurut dia, restrukturisasi merupakan amanat perjanjian homologasi (damai) antara perusahaan dan kreditur. Langkah yang dilakukan yakni, menyeimbangkan kembali portofolio bisnis via penguatan kontribusi produk farmasi, pengembangan produk kompetitif, optimalisasi kemitraan strategis dan peningkatan ekspor.

Selain itu, Dia menyampaikan perusahaan menerapkan prinsip lean manufacturing melalui penataan proses produksi dan struktur organisasi, pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi biaya pabrikasi, serta pelaksanaan efisiensi operasional secara menyeluruh.

“Seluruh langkah pemulihan tersebut tetap menjunjung tinggi prinsip tata kelola perusahaan yang baik,” katanya.

Pada September 2025, INAF meraih pinjaman dari PT Bio Farma, pemegang saham INAF Seri B, senilai Rp220,17 miliar. Periode pinjaman berlaku setahun dengan bunga 7% per tahun, yang akan dibayarkan INAF diakhir masa pinjaman. Jaminan atas pinjaman tersebut berupa aset di 18 lokasi.

Per September 2025, INAF mencatatkan defisiensi ekuitas Rp890,93 miliar, rugi kotor Rp11,57 miliar, rugi usaha Rp116,25 miliar, dan rugi bersih Rp127 miliar. (LK)