Citi dan Goldman Sachs proyeksikan BoE naikkan suku bunga
Selasa, 15 September 2026
LONDON - Citigroup bergabung dengan Goldman Sachs dalam memproyeksikan Bank of England (BoE) kembali menaikkan suku bunga pada akhir 2026, setelah tekanan inflasi Inggris dinilai masih cukup kuat untuk mendorong bank sentral mempertahankan kebijakan moneter ketat.
Dilansir dari Reuters, Goldman Sachs memperkirakan BoE menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada November 2026.
Sementara itu, Citigroup memproyeksikan dua kenaikan, masing-masing pada November 2026 dan Februari 2027.
Kedua bank sebelumnya memperkirakan suku bunga akan bertahan tanpa perubahan sepanjang 2026.
Perubahan proyeksi tersebut didorong oleh meningkatnya harga energi, inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan BoE, serta data pertumbuhan ekonomi yang menunjukkan ketahanan.
Goldman Sachs menilai kenaikan harga energi menjadi salah satu risiko utama terhadap prospek inflasi Inggris.
Harga minyak yang kembali menembus US$100 per barel akibat meningkatnya konflik di Timur Tengah turut memperbesar tekanan terhadap biaya energi.
Kondisi tersebut berpotensi memperlambat proses disinflasi dan membuat BoE lebih berhati-hati dalam melonggarkan kebijakan.
Di sisi pertumbuhan, ekonomi Inggris mencatat ekspansi tahunan tercepat dalam 18 bulan pada Juli.
Pertumbuhan tersebut didukung perkembangan sektor kecerdasan buatan serta momentum positif dari kinerja ekonomi pada paruh pertama tahun.
Untuk pertemuan 17 September, Goldman Sachs masih memperkirakan BoE mempertahankan suku bunga acuan di 3,75%.
Namun, Citigroup mengantisipasi pernyataan yang lebih hawkish dari bank sentral Inggris sebagai sinyal bahwa risiko inflasi masih menjadi perhatian utama.
Meski memperkirakan kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang, kedua bank tetap melihat ruang bagi BoE untuk kembali memasuki siklus pelonggaran.
Goldman Sachs dan Citigroup sama-sama memperkirakan pemangkasan suku bunga dapat dimulai paling lambat pada akhir 2027.
Ekspektasi pasar juga mulai bergeser. Data LSEG menunjukkan pelaku pasar saat ini memperhitungkan sekitar 47 basis poin kenaikan suku bunga BoE hingga akhir tahun.
Perubahan prospek kebijakan Inggris menjadi bagian dari perhatian investor terhadap arah kebijakan moneter global.
Setelah European Central Bank menaikkan suku bunga untuk kedua kalinya tahun ini, pasar kini menantikan keputusan suku bunga Federal Reserve AS dan Bank of Japan pada pekan yang sama. (DK)